Dapat Sepatu Emas, Harry Kane Justru Dihujat, Begini Katanya

FAJAR.CI.ID, MOSCOW - Harry Kane resmi menyandang status top scorer Piala Dunia 2018. Dengan predikat sebagai peraih Sepatu Emas, seharusnya itu bisa menjadi pelipur lara bagi fan timnas Inggris.

Faktanya, Kane tetap saja dihujat. Enam gol yang mengantarkan Kane sebagai top scorer dianggap tak berguna. Kane dianggap kurang berkeringat lantaran tiga dari enam golnya lahir dari titik penalti. Lalu, dua gol lainnya lahir lewat defleksi dan satu melalui sundulan.

Ironisnya, gol terakhir Kane di Rusia terjadi pada babak 16 besar melawan Kolombia. Itu pun, lagi-lagi tercipta melalui penalti. Praktis, bomber 24 tahun tersebut scoreless di tiga laga pada fase gugur.

Tragisnya, Kane sama sekali tidak menciptakan tendangan ke gawang sejak fase knockout bergulir. Tak heran jika Kane kemudian menjadi sasaran ejekan di media sosial. Apalagi, dalam sejarah perjalanan Piala Dunia, Kane tercatat sebagai peraih Sepatu Emas yang paling mengecewakan.

Dia jauh lebih buruk ketimbang peraih Sepatu Emas di Piala Dunia 1994, Oleg Salenko. Bomber Rusia itu juga mencetak enam gol pada 1994. Namun, seperti Kane, tiga gol Salenko tercipta melalui penalti. Bahkan, lima dari enam golnya hanya bersarang ke gawang Kamerun, yang saat itu menjadi tim terlemah di fase grup.

Kane? Dia juga hanya produktif ketika menghadapi tim pupuk bawang macam Panama. Ketika itu Kane berhasil mencetak hat-trick. ''Hilang: Harry Kane. Terakhir dilihat: mencetak penalti melawan Kolombia. Imbalan: Piala Dunia,'' sindir netizen Lewis Porter melalui akun Twitter-nya @lewisjporter08 seperti dilansir RT.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...