Kinerja Pangan Meroket, Kemiskinan Pedesaan Menurun Drastis

Senin, 16 Juli 2018 23:01

JAKARTA – Kebijakan pembangunan pertanian telah menorehkan berbagai kinerja yang patut menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tercatat, dari data BPS, ekspor pertanian di tahun 2017 sebesar Rp441 triliun, naik 24% dibandingkan 2016 yang hanya Rp355 triliun.BPS pun merilis (17/5/2018), angka kenaikan nilai ekspor komoditas pertanian mencapai USD298,5 juta atau tumbuh 6,11% (month to month) dan 7,38% (year on year). Tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan)menargetkan ekspor jagung sebanyak 500.000 ton. Rinciannya dari Gorontalo sebanyak 100.000 ton, Sulawesi Selatan 100.000 ton, dan Nusa Tenggara Barat 300.000 ton. Selain itu juga dilakukan ekspor jagung dari Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.Nilai Produk Domestik Bruto Pertanian harga berlaku tahun 2017 sebesar Rp 1.344 triliun naik sebesar Rp 350 triliun dibandingkan 2013 sebesar Rp 995 triliun. PDB pertanian ini tumbuh secara berkualitas, karena pertanian sebagian besar diusahakan oleh rakyat, sehingga turut berdampak pada pendapatan dan kesejahteraannya.Menurut Anggota Komisi IV DPR Taufik Abdullah, capaian hasil dari Kementan itu menandakan saat ini Indonesia sudah kembali lagi ke landasannya sebagai negara agraris. Kinerja pangan saat ini berhasilmendongkrak nilai ekspor komoditas pertanian.“Capaian ekspor ini menunjukkan kinerja Kementan telah on the right track. Nilai produksi pertanian tahun 2017 sebesar Rp 1.344 triliun, naik Rp. 350 triliun dari 2013. Nilai produksi dan ekspor, menurunkan kemiskinan di pedesaan,” ujar Taufik di Jakarta, Senin malam (16/7/2018).

Bagikan berita ini:
10
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar