Rumah dan Kantornya Digeledah, Dirut PLN: Status Saya Sebagai Saksi

Senin, 16 Juli 2018 22:11

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menegaskan statusnya sebagai saksi, meski rumah dan kantornya telah digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sofyan Basir menjadi saksi atas kasus yang menimpa Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.”Sampai saat ini statusnya sebagai saksi lah,” ujar Sofyan di kantornya, Senin (16/7).Dalam penggeledahan di dua lokasi itu, Sofyan mengaku KPK hanya memeriksa kasus PLTU Riau-1 saja. Hal itu dinilainya lumrah karena proyek tersebut diurus oleh PLN, Direktur Utama serta Kepala Divisi.”Nah yang dilakukan pemeriksaan,” katanya.Adapun, kata Sofyan, ada beberapa ruangan yang diperiksa yakni ruangan kepala divisi, serta ruang direktur. Sejauh ini, belum ada dokumen yang disita. Sebab, lanjutnya, proses tersebut masih memerlukan waktu dua hingga tiga jam.”Baru juga diperiksa. Belum (disita). Kan baru meriksa,” jelasnya.Sebelum didatangi oleh tim KPK, Sofyan Basyir dan jajaran direksi baru saja menggelar konferensi pers di lokasi yang sama. Sofyan menerangkan jika dirinya menghormati proses hukum yang berjalan. Dia juga menegaskan jika sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi.Mengenai keterlibatannya dalam proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1 pun, diakui mantan Dirut BRI ini hanya sebatas negosiasi antara PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan konsorsium yang ditunjuk secara langsung.Proyek yang menelan investasi senilai USD 900 juta atau sekira Rp 12,6 triliun (kurs Rp14.000) ini menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dengan dugaan suap oleh pihak Blackgold Natural Resources yang merupakan induk dari PT Samantaka, selaku konsorsium pembangunan proyek yang memegang 49 persen proyek PLTU-Riau-1. (uji/JPC)

Bagikan berita ini:
10
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar