Survei BPS: Rokok Bikin Orang Miskin

Senin, 16 Juli 2018 21:30

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sumatera Barat belum terbebas dari angka kemiskinan. Bahkan penyebabnya didorong oleh beberapa indikator. Dari survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, rokok dinyatakan sebagai penyumpang kedua angka kemiskinan.Dari data BPS komoditas rokok kretek filter menjadi peringkat kedua sebagai penyumbang garis kemiskinan 2018. Sedikitnya ada 13,16 persen garis kemiskinan di perkotaan disebabkan rokok.Sementara peringkat pertama, kemiskinan dipicu beras di angka 20,1 persen. Kondisi ini, nyaris sama di pedesaan. Dengan kata lain, rokok dan beras sama-sama di posisi atas penyumbang kemiskinan.”Dari semua pengeluaran, paling banyak dibelikan warga untuk rokok dan beras. Setelah itu, masuk cabai merah,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin (16/7).Untuk diketahui, kemiskinan di perkotaan dipicu oleh tingginya harga beberapa komoditas. Di antaranya telur ayam ras, tongkol, daging ayam ras, roti, gula pasir, bawang merah, dan kue kering. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan di perdesaan. Hanya saja ada komoditas tambahan yang menyebabkan meningkatnya pengeluaran mereka, yakni kelapa.”Beras kebutuhan pokok. Orang miskin yang penting kenyang. Nasi sumber energi, sementara telur daging sumber protein. Nah rokok yang perlu menjadi perhatian,” ujar Sukardi.Dia menilai, pemerintah seharusnya lebih gencar memberi edukasi efek negatif dari rokok. Ditinjau dari hasil survei, porsi rokok dalam belanja rumah tangga menempati urutan kedua di atas komoditas pangan lainnya.

Bagikan berita ini:
5
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar