Tak Mampu Bayar Utang, Produsen Ciki Taro Tersandung PKPU

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Produsen makan ringan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mengakui, saat ini pihaknya tengah menghadapi permasalahan hukum terkait perkara utang bunga obligasi dan sukuk. Salah satu pemegang surat utangnya mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pada 12 Juli 2018 telah menerima surat dari Pengadilan Negeri/Niaga Jakarta Pusat tertanggal 10 Juli 2018 perihal Panggilan Sidang Menghadap dalam perkara dengan Nomor 92/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. Surat tersebut perihal Panggilan Sidang Menghadap dalam perkara dengan Nomor 92/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. "Panggilan sidang ini terkait perkara PKPU yang diajukan oleh dua kreditur kami," ujar Sekretaris Perusahaan TPS Food Ricky Tjie dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7). Perseroan mengaku sedang melakukan konsolidasi untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu dalam menghadapi perkara permohonan PKPU. Dalam keterbukaan informasi yang diterbikan sebelumnya, perseroan sedang mengupayakan proses restrukturisasi utang perseroan termasuk instrumen utang Obligasi dan Sukuk Ijarah. Dikabarkan TPS Food sudah telat melakukan pembayaran bunga ke-21 atas obligasi dan sukuk ijarah TPS Food I-2013. Ini merupakan kedua kalinya perusahaan telat membayar utang bunga. Pembayaran bunga obligasi dan sukuk ijarah TPS Food I-2013 ke-21 jatuh pada 5 juli 2018. Hingga saat ini, Perusahaan belum membayarkan utang tersebut. Ricky menegaskan perseroan sedang mengupayakan proses restrukturisasi obligasi dan sukuk tersebut. Manajemen berjanji akan memberikan informasi kelanjutan proses tersebut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan