Bantah KPK, BlackGold: Johannes Kotjo Adalah Konsultan Perusahaan dan Berhenti sejak Juni 2018

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Blackgold Natural Resources Limited atau Blackgold membantah telah terlibat dalam kasus suap yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan Johanes Budisutrisno Kotjo dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau-1.

Disebutkan Blackgold dalam keterangan resminya, Johanes Kotjo merupakan konsultan Grup Perusahaan dan sudah berhenti sejak Juni 2018. Blackgold menegaskan, tuduhan yang ada dalam pernyataan resmi KPK yang menyebut keterlibatan direksi dan manajemen Blackgold tidak benar adanya.

“Dalam sebuah pernyataan resmi disebutkan ada keterlibatan direksi dan manajemen, itu tidak benar. Untuk memperjelas, Bapak Kotjo telah berhenti menjadi konsultan Grup sejak Juni 2018,” ujar Executif Chairman merangkap CEO Blackgold Natural Resources, Philip Cecil Rickard, Selasa (17/7).

Sampai saat ini, negosiasi tentang Proyek Riau-1 telah mengalami kemajuan. Kegiatan bisnis hingga Operasional tambang yang dilakukan oleh grup usaha pun tetap berlangsung, termasuk pengiriman batu bara ke pelanggannya masih berjalan seperti biasa.

BlackGold merupakan induk perusahaan PT Samantaka Batubara. Samantaka adalah salah satu anggota konsorsium yang ditunjuk oleh PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) sebagai pemasok batu bara ke PLTU Mulut Tambang Riau-1. Samantaka kemudian membentuk konsorsium dengan menggandeng China Huadian Engineering Corporation (CHEC)).

Proyek yang menelan investasi senilai USD 900 juta atau sekira Rp 12,6 triliun (kurs Rp14.000) ini memiliki porsi kepemilikan 51 persen PJB dan 49 persen konsorsium. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan PJB tak masuk ke dalam konsorsium. (uji/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono

Comment

Loading...