Politisi ‘Kutu Loncat’ Ramai Bermunculan, Ini Daftarnya….

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di masa pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg), politisi ‘kutu loncat’ bermunculan. Tak tanggung-tanggung, para politisi yang pindah dan hengkang memiliki posisi strategis di partai sebelumnya.

Sudah ada puluhan politisi yang telah menyatakan pindah partai dengan pertimbangan tidak diakomodir sebagai bacaleg. Kecewa imbas dari kontestasi pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan wali kota (pilwali) dan pemilihan bupati (pilbup), hingga diberhentikan sebagai pengurus maupun kader.

Di Partai Golkar misalnya. Ada mantan Ketua Golkar Selayar Syahrir Wahab. Mantan Ketua Golkar Luwu Utara Arifin Junaedi. Mantan Ketua Golkar Takalar Natsir Ibrahim. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel Andi Yagkin Padjalangi.

Ada pula tiga anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel. Masing-masing Rahmansyah, Muhammad Riza dan Risma Kadir Nyampa. Turut pula hengkang Wakil Sekretaris Golkar Sulsel Lakama Wiyaka.Sebelumnya, sudah ada mantan Ketua Golkar Gowa Hj Tenri Yasin Limpo. Juga mantan Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang memilih angkat kaki.

Kini, keluarga besar Yasin Limpo ramai-ramai hengkang ke Partai Nasdem mengikuti Tenri Olleh dan SYL. Di antaranya adalah anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Indira Chunda Tita Syahrul.
Selain itu, besan SYL, yakni Lutfi Halide juga maccaleg untuk DPR RI dapil Sulsel II. Sementara menantu SYL yang merupakan istri dari Kemal Redindo Syahrul, ikut maccaleg untuk DPRD Sulsel.

Hal berbeda dengan dua politisi Nasdem yang hengkang, yakni wakil Bupati Bantaeng M Yasin bergabung dengan PAN. Sementara mantan Ketua DPD Nasdem Palopo Capt Yosinius bergabung ke PKB.
Politisi lain yang hengkang, yakni Suzana Kaharuddin dan Rusli Malli dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) bergabung ke PKB.

Sementara Politi Hanura yang pindah masing-masing Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu ke Demokrat. Sementara Rahman Halid dan Rahmat Muhayyang ke PKB.Tiga politisi PPP juga hengkang ke PKB. Masing-masing Taufiq Zainuddin, Irwan Ince dan Muh Nasrun.

Andi Yagkin Padjalangi yang dimintai tanggapannya atas kepindahan dirinya ke PDIP, mengaku hanya karena tak diakomodir sebagai caleg untuk DPR RI. “Saya tidak diakomodir di Golkar. Saya ternyata dibutuhklan di PDIP,” ujar Yagkin, Senin (16/7).

Anggota DPRD Sulsel lainnya, yakni Muhammad Riza mengaku ikut ayahnya pindah ke PAN. “Saya ikut orang tua gabung PAN,” jelas putra mantan Ketua Golkar Luwu Utara Arifin Junaedi ini.

Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS) membenarkan bila Indira Chunda Tita Syahrul sudah hengkang dari PAN. “Iya, Ibu Tita resmi bergabung dengan Partai Nasdem dan menjadi caleg di dapil Sulsel I,” ujar RMS di sela-sela mendaftarkan bacalegnya di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Senin (16/7).

Bupati Sidrap dua periode ini mengungkapkan soal target Nasdem meraih dua kursi di semua dapil. “Kita memang target dua kursi di dapil Sulsel I,” jelas mantan ketua Golkar Sidrap ini.

Pengamat politik Dr Azwar Hasan menilai, ada dua sebab hingga kader pindah. Yakni, pertama adanya tidak percaya diri kader untuk maju karena masih tergantung pada nomor urut.

“Kedua, karena belum terbangunanya serta berfungsinya sistem kerja partai yang dipercaya berpihak pada kader yang mendukung keterpilihan secara obyektif dan signifikan,” ujar Azwar Hasan. (nug/rus/b)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment