5 Hal Ini Wajib Diantisipasi Jamaah Haji Agar Tetap Sehat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Mulai pekan ini secara bertahap para jamaah haji mulai melaksanakan persiapan ibadah haji. Sejumlah kloter juga diberangkatkan menuju Tanah Suci. Faktor utama yang sering dikeluhkan adalah kesehatan fisik.

Apalagi saat ini cuaca di Mekah maupun Madinah cukup panas siang hari lebih dari 40 derajat C. Sehingga, perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi selama berhaji.

“Yang harus diperhatikan adalah udara panas dan aktivitas di udara terbuka yang sebaiknya dihindari,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, kepada JawaPos.com, Rabu (18/7). Ari sendiri pernah menjadi petugas haji daerah dan haji khusus.

Maka, ada beberapa tips yang diberikannya untuk para jamaah haji agar tetap bugar menjalani setiap tahapan berhaji. Apa saja yang harus diantisipasi?

 

  1. Perjalanan yang Melelahkan

 

Selain faktor cuaca keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan. Selain itu proses naik dan turun kendaraaan dari bandara menuju penginapan juga akan menyebabkan kelelahan tersebut makin menjadi.

Belum lagi proses pembagian kamar yang kadang kala berlarut-larut yang pada akhirnya keadaan ini akan membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Oleh karena itu, hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jamaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan.

Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai dipenginapan. Walau bagaimanapun secara keseluruhan, tubuh juga perlu istirahat walau kadang kala semangat yang ada dapat mengalahkan kelelahan tersebut.

 

  1. Minum yang Cukup

 

Minum yang cukup untuk mencegah para jamaah jatuh kedalam dehidrasi atau kekurangan cairan yang akan memperburuk kesehatan akibat udara panas tersebut. Selama di Mesjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia didalam dan diseputar Masjid Nabawi.

Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman bersoda karena dengan mengkonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi. Jika buang air kecil menjadi lebih keruh hal ini merupakan tanda bahwa Anda harus meningkatkan untuk mengkonsumsi air.

 

  1. Makanan dan Katering

 

Makan merupakan hal penting dan selalu diperhatikan. Rasa makanan dan tidak suka makanan tertentu harusnya dibuang jauh-jauh. Rasanya tidak akan sulit untuk mencari rumah makan Indonesia disekitar Mesjid Nabawi atau penginapan.

Selain itu tentunya makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan rasa lidah jamaah Indonesia. Tapi paling penting lagi, jangan sampai tidak ada asupan makan baik pada pagi hari, siang hari dan malam hari.

Aktivitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke mesjid akan menghabiskan energi. Oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh Anda.

Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan soal makanan. Ada baiknya jangan makan makanan yang diberikan karena khawatir mudah terkontaminasi. Biasanya pemberian makanan yang resmi dari catering penyelenggara ibadah haji disertai keterangan berapa jam makanan tersebut dapat dikonsumsi dan kapan tidak dapat dikonsumsi lagi.

 

  1. Pemeriksaan Kesehatan

 

Kepada para jamaah haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut.

Perlu diingat karena kontak 1 jamaah dengan jamaah lain cukup dekat. Maka jika ada salah satu jamaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain. Oleh karena itu, sesama jamaah untuk selalu mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit.

 

  1. Udara Panas

 

Dengan memperhatikan dan mengantisipasi adanya udara panas mudah-mudahan para jamaah khususnya kloter-kloter pertama yang langsung menuju kota Madinah dapat tetap melaksanakan Sholat Arbain dengan baik. Dan sekali lagi perlu diingat tujuan dari rangkaian perjalanan haji itu sendiri adalah puncak Ibadah Haji melaksanakan rukun dan wajib haji di Kota Mekah termasuk wukuf di Arafah. Oleh karena itu para jamaah harus tetap menjaga kesehatan sampai puncak ibadah haji di Padang Arafah dan tentunya untuk persiapan kembali ke tanah air.(ika/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...