Begini Cara Pemuda Bisa Beli Rumah Sendiri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kebanyakan anak muda belum terlalu serius untuk berpikir kebutuhan membeli rumah. Padahal, di usia muda justru kesempatan untuk mengumpulkan dana membeli aset properti yang harganya tak akan turun, bahkan semakin naik.

Selagi pendapatan masih besar tanpa harus memikirkan tanggungan atau belum menikah, jadi hindari hari esok dimana harga rumah semakin melangit. Kebutuhan membeli rumah saat muda yaitu maaf mencicil yang lebih panjang sekitar 20 atau 30 tahun. Jika mulai mencicil di usia 40 tahun, bank pemberi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) cuma kasih waktu mencicil paling lama 15 tahun. Nominal cicilannya juga lebih mahal pastinya.

Mengutip situs resmi rumah123.com, bagi yang tidak suka membeli rumah dengan cara mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bisa dengan menabung. Namun, menabung saja tentu tidak cukup lantaran harus berpacu dengan laju inflasi dan kenaikan harga rumah. Maka, diperlukan investasi untuk mewujudkannya.

Namun, Kalau belum terlalu yakin dengan jenis-jenis investasi, yang paling gampang dan prospeknya bagus ya investasi emas LM (Logam Mulia). Dengan kadar emasnya 99,9 persen (emas murni), sehingga kenaikan harganya lebih mantap di masa depan.

Ada 3 langkah berikut ini yang bisa dilakukan dengan konsisten maka kamu akan bisa beli rumah selagi muda:

1. Sisihkan 20 persen penghasilan.

Usahakan selalu menyisihkan 20 persen dari nominal gaji bulanan untuk dana beli rumah sejak mendapat gaji pertama. Tapi, kalau gaji pertama udah lewat jauh ya mulai dari gaji bulan ini juga tak masalah. Pisahkan dana ini dari pengeluaran harian. Bisa membuat rekening khusus untuk tabungan ini atau menyimpannya di tempat yang paling aman.

2. Setelah tabungan di langkah pertama terkumpul cukup banyak, segera konversikan dananya ke emas. Kalau dana tabungan, semisal sudah mencapai Rp5 juta, maka bisa menggenggam sekitar 7 gram emas LM. Kalau Rp10 juta ya sekitar 14 gram emas LM.

Harga emas cenderung lebih stabil dibanding nilai tukar mata uang. Ketika perekonomian suatu negara sedang tidak stabil dan mata uangnya terpengaruhi, nilai emas tidak akan terpengaruh secara signifikan.

Selain itu, dengan asumsi pertumbuhan emas yang 15-20 persen dan properti yang 10-15 persen, artinya emas yang dikumpulkan akan lebih cepat naik nilainya dibandingkan dengan harga rumah.

3. Laksanakan secara rutin dan disiplin.
Kalau investasi dalam bentuk emas LM sudah mencukupi nilainya untuk membeli sebuah rumah, maka segeralah mensurvei pasar properti untuk menemukan rumah yang harganya sesuai dengan nilai emas LM yang kamu punya.

Carilah lokasi rumah yang strategis, bila mungkin yang dekat dengan kampus atau pusat bisnis semisal pertokoan agar harga tawarnya akan jauh lebih tinggi ketika kamu ingin menjualnya kembali suatu hari nanti. (mys/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...