Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Bakal Periksa Mensos dan Dirut PLN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam bentuk suap menyuap, terkait pembangunan PLTU Riau-1, yang sudah menjadikan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka.

Dalam rangka melengkapi bukti tambahan proses penyidikan kedua tersangka tersebut, penyidik merencanakan memeriksa Menteri Sosial Idrus Marham dan Direktur PT PLN Sofjan Basir.

"Setelah melakukan penggeledahan di 8 lokasi sejak Minggu (15/7) hingga Senin (16/7), besok Kamis dan Jumat direncanakan pemeriksaan saksi Idrus Marham dan Sofyan Basir," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (18/7).

Atas panggilan surat tersebut, KPK meminta keduanya untuk memenuhinya. "KPK telah menyampaikan surat panggilan secara patut. Kami percaya para saksi akan memenuhi panggilan KPK," imbuh Febri.

Terkait tujuan dipanggilnya Idrus dan Sofyan, menurut Febri, keduanya dipanggil karena diduga mengetahui ihwal adanya proyek PLTU Riau-1 yang tengah disidik lembaga antirasuah. "Para saksi ini dibutuhkan keterangannya tentang apa yang ia ketahui terkait perkara yang sedang kami proses ini," jelas mantan aktivis antikorupsi ini.

Dalam kasus ini, sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih sebagai tersangka. Selain Eni, KPK juga menetapkan pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...