Praperadilan Saudi Airlines Ditolak Hakim, Ini Pertimbangannya….

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gugatan praperadilan PT Ayuberga GSA Saudi Airlines resmi ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Rabu (18/7/18).

Gugatan praperadilan oleh PT Ayuberga GSA Saudi Airlines tersebut terkait penyitaan aset Abu Tours oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dianggap tidak sah.

Hakim Tunggal, Suratno dalam pertimbangannya mengatakan, praperadilan yang diajukan perusahaan penyedia jasa tiket maskapai Saudi Airlines ini salah alamat. Menurutnya, sitaan yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel dianggap hakim sudah memenuhi syarat formil. Dengan demikian, penyitaan aset yang dilakukan oleh Polda sudah sah sebagaimama prosedur hukum yang berlaku.

“Berdasarkan pertimbangan yang dibacakan, dengan ini pengadilan negeri Makassar menolak praperadilan yang diajukan pemohon,” kata Suratno saat membacakan putusan praaperadilan.

Dikatakan Suratno, pemohon juga seharusnya mengajukan gugatan secara perdata jika ingin menagih utangnya. Meski pun pihak Abu Tours memberikan setiap asetnya sebagai jaminan utang.

Sementara Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Trihanto Nugroho mengatakan praperadilan merupakan seluruh hak dari masyarakat yang berkaitan dengan proses penyelidikan maupun penyidikan dari kepolisian.

“Jadi saya kira tidak ada masalah dan tentunya itu merupakan masukan bagi kami buat penyidik sebagai sarana evaluasi lah. Tapi intinya kami tetap berusaha untuk masyarakat terumatam untuk kasus Abu Tour yang merugikan para jamaah, tetap mericoveri dan memburu aset dari pada Abu Tour,”jelasnya.

Hakim juga menegaskan bahwa pasal 39 KUHAP yang dipakai pemohon untuk mengajukan praperadilan tidak terbukti. Usai putusan sidang praperadilan dibacakan oleh hakim, para agen dan jemaah mengucap syukur.

Untuk diketahui, PT Ayuberga GSA Saudi Airlines mengajukan praperadilan terhadap aset yang disita Abu Tours. Bahkan perusahaan ini mengklaim, dari 9 aset Abu Tours yang telah disita telah menjadi haknya sebagai jaminan utang yang telah disepakati sebelumnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...