Warga Enrekang Dilarang Sakit Akhir Pekan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu, Kabupaten Enrekang masih dikeluhkan masyarakat. Terkhusus pada akhir pekan, Sabtu-Minggu.

Pelayanan yang dinilai belum maksimal terjadi pada pengambilan obat, UGD, dan rawat inap. Hal tersebut salah satunya dirasakan keluarga Hasma (24).

Warga Desa Bambapuang ini menyayangkan lantaran saat keluarganya dirawat sekitar satu bulan lebih, kala hari Sabtu dan Minggu tidak ada sama sekali dokter yang melayani. “Yang hadir cek cuma perawat biasa,” ujarnya, kemarin.

Bahkan, kata dia, saat pengambilan obat sangat lambat karena antre panjang. “Kalau pergi ki ambil obat, pagi kita pergi siang baru dapat. Padahal obat mau mi diminum pasien,” bebernya.

Zainuddin (50), warga Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla juga sangat tidak puas dengan pelayanan di RSUD Massenrempulu. “Habis ongkos ke kota. Sampai di kota tidak ada dokter,” ucapnya.

Kata dia, waktu itu hari Sabtu. Keluarganya yang demam tinggi langsung dimasukkan ke UGD. Tindakan, baru dilakukan sekitar 30 menit ke depan. Dia merasa “dilarang” sakit saat Sabtu dan Minggu.

Dikonfirmasi, Direktur RSUD Massenrempulu, dr M Yusuf mengutarakan, hal itu karena memang saat ini pasien sangat membeludak. Sudah melebihi 110 kamar yang dimiliki RSUD.Kata dokter Yusuf, terakhir tercatat jumlah kunjungan di RSUD sudah lebih 10 ribu orang.

“Sejak tahun lalu sudah ada dokter pendamping yang disiapkan. Kalau dokter spesialis, ada spesialis bedah, anak, dan obgin stand by 24,” ucapnya.

Sementara untuk UGD, ada dua dokter. Dokter Yusuf bilang, satu dokter tetap RSUD dan satu dokter interenship. “Tetapi saat ini memang kita akui masih banyak pembenahan yang penting untuk dilakukan dari segi pelayanan,” tuturnya. (sal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...