Perindo-PDI Bentrok, Pengamat : Mereka Belum Layak Jadi Wakil Rakya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kericuhan yang terjadi antara massa Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berjalan kaki dengan massa besutan Bos MNC Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) selasa (17/7) kemarin ternyata banyak mengundang perhatian.

Merespon peristiwa tersebut, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengaku sangat menyayangkan peristiwa bentroknya antara PDIP dan partai pendatang baru Perindo yang baru terjadi kemarin.

Lanjut, Hendri memaparkan bentrokan tersebut justru mencerminkan bahwa
kurang dewasanya para elit partai Perindo untuk meredakan situasi yang
memanas akibat beda persepsi antar pendukung partai.

“Sangat disayangkan atas reaksi berlebihan tersebut, dengan kejadian itu jelas terlihat mereka belum layak jadi wakil rakyat di Senayan, nanti,” Ujar Hendri kepada Fajar Indonesia Network di Jakarta, Rabu (18/7).

Jika ada alasan karena ada tekanan yang membuat stress, Hendri menegaskan bahwa hal itu tidaklah dapat di tolerir dan dijadikan alasan sehingga muncul bentrok dalam peristiwa tersebut. “ Harusnya dapat mengontrol diri bukan seharusnya seperti itu,” tandasnya.

Berebut Pahala

Secara terpisah, Putri Pentolan Reformasi dari Partai Amanat Nasional
Hanum Rais. Rupanya juga berkomentar akan serupa. Hal ini dibuktikan dengan  dirinya mengunggah sebuah video yang memperlihatkan beberapa pendukung Perindo yang terlibat saling dorong dengan massa pendukung PDIP.

Hanum Rais pun coba melontarkan isi hati nya melalui sindiran bahwa
para calon wakil rakyat seharusnya tidak seperti itu dan harusnya berebut pahala. Hanum berharap agar para calon-calon wakil rakyat yang lainnya tidak meniru aksi tersebut.

“Ini baru calon wakil rakyat, berebut apa ? Dosa? Calon Wakil rakyat yang lain jangan niru ya,”ketus Hanum dalam twit @Hanumrais

KPU Harus Adil

Sebelumnya kisruh tersebut tidak hanya terjadi karena adu mulut tapi ada aksi tarik-menarik yang sempat terjadi di antara kedua kader tersebut. Kejadian itu berawal karena Rombongan PDIP tiba lebih awal sekitar pukul 13.45 WIB. Kemudian tak berselang lama, rombongan Perindo tiba setelahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Keributan terjadi saat sebagian kader PDIP tertahan di pintu gerbang KPU. Adian juga mengaku kader PDIP sempat dihalang-halangi masuk ketika rombongan Perindo datang. Adian mengatakan mobil Hummer yang ditumpangi Harry Tanoe masuk barisan kader PDIP di depan KPU dan menghalangi akses masuk kadernya. Selanjutnya, menurut Adian petugas KPU
juga tak adil saat kejadian itu.

Rombongan PDIP pun tidak terima dan meminta Ketua umum Perindo untuk
turun dan masuk secara baik-baik dan permisi. Tak selesai disitu Massa PDIP juga terus berteriak dan meminta supaya KPU adil dan tidak tebang pilih dengan memberikan izin massa Perindo untuk masuk. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...