Kurang Diminati, Partai Gurem Kesulitan Cari Caleg

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Sejumlah nama-nama tenar menghiasi nomor urut 1 di semua daftar pemilih (Dapil) Pencalonan Bakal Calon (Balon) Anggota DPRD Kalsel pada Pemilu 2019 mendatang.

Contohnya, di Dapil 1, Kota Banjarmasin. Partai Golkar menempatkan Dewi Damayanti. Dia adalah istri Ahmadi Noor Supit yang saat ini anggota DPR RI. Di Dapil 2, Partai Golkar menempatkan, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar, Rusli. Dia saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Banjar.

Tak hanya itu, di Dapil 3, Barito Kuala (Batola), partai berlambang pohon beringin ini di nomor urut 1 menempatkan jagonya yang tak kalah mentereng. Yakni, mengajukan nama mantan Bupati Batola, Hasanuddin Murad.

Tak kalah dengan Partai Golkar, PDI Perjuangan pun mengajukan politisi yang tak kalah tenar. Di Dapil 1, mereka mengajukan nama Rosehan NB. Rosehan sendiri menjadi tokoh vital untuk mendongkrak suara PDI Perjuangan di Kalsel.

Bagaimana dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)? Partai berlambang Kakbah ini mengajukan nama Wakil Ketua DPRD Kalsel, Asbullah di Dapil 1 di nomor urut 1. Sementara, di Dapil 2, mereka mengajukan nama mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Ahmad Rusdiansjah.

Tak mau kalah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang termasuk lima partai pemilik suara terbanyak juga mengusung politisi tenar mereka. Di Dapil 2 mereka mengajukan nama Tasriq Usman. Tasriq sendiri sudah melanglang buana di Parpol. Sebelumnya, dia pernah menjadi kader Partai Golkar dan NasDem. Sementara di Dapil 1, PKB mengusung nama Suripno Sumas. Dia saat ini adalah Anggota DPRD Kalsel.

Bagaimana dengan Partai Gerindra. Untuk merealisasikan target 10 kursi DPRD. Mereka pun menempatkan orang-orang yang memiliki konstituen militan. Di Dapil 1 Banjarmasin, mereka menempatkan petahana di nomor urut 1, Lutfi Syaifuddin.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, H Abidin HH mennyatakan, Bakal Caleg mereka sudah siap bertarung merebut hati masyarakat. “Nama-nama yang kami ajukan sudah terbukti memiliki konstituen militan, kami yakin bisa mereka bisa mendongkrak perolehan suara,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Edy Ariansyah menjelaskan, semua nama Bakal Calon Anggota DPRD Kalsel yang diajukan Parpol peserta pemilu akan diteliti hingga nantinya akan ditetapkan sebagai calon. “Semua akan diteliti. Mereka akan ditetapkan setelah dinyatakan memenuhi syarat pada bulan September mendatang,” kata Edy.

Partai-partai besar memang menunjukkan kekuatannya dalam pengkaderan. PKB misalnya mengajukan 55 Balon, Gerindra 44 Balon, PDIP 54 Balon, Golkar 55 Balon, NasDem 55 Balon, PKS 45 Balon, Persatuan Indonesia (Perindo) 50 Balon, PPP sebanyak 55 Balon, PAN 47 Balon dan Partai Demokrat 55 Balon.

Ketua DPW PAN Kalsel, H Muhidin menyebut, pihaknya bertekad untuk menargetkan satu Dapil satu Caleg. Artinya ada tujuh kursi di DPRD. PAN sendiri mengirimkan Caleg keterwakilan perempuan sejumkah 40, 4 persen. “Keterwakilan perempuan kami penuhi, bahkan lebih,” ujar Muhiddin.

Kontras dengan jumlah bakal calon yang diajukan partai gurem. Partai-partai baru terkesan kesusahan mengajukan nama. Anggota DPRD Kalsel. Akhirnya, mereka hanya mengajukan sedikit Balon di 7 daerah Daftar Pemilih.

Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) contohnya, mereka hanya mengajukan 11 orang Balon DPRD Kalsel. 11 orang tersebut bahkan hanya tersebar di 4 Dapil. Yakni Dapil 1 Kota Banjarmasin, Dapil 2 Kabupaten Banjar, Dapil 4 Kabupaten Tapin dan Dapil 7 Kabupaten Tanah Laut dan Banjarbaru.

Ketua DPD Partai Garuda Kalsel Noor Hadi beralasan pihaknya tidak ingin terbuang terlalu banyak Balon. Dia menyatakan, hanya mencari caleg potensial. “Lebih baik tidak full calegnya, cukup 11 caleg saja. Namun potensial di 4 dapil,” ujar Hadi sembari mengungkapkan semua calegnya adalah pemain baru.

Tak hanya Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesai (PSI) pun demikian, mereka hanya mengajukan 16 Balon Anggota DPRD Kalsel. Ketua PSI Kalsel, Yogi Adhitama menuturkan, masih bersyukur nama Balon dari partainya diterima oleh KPU Kalsel.

Dijelaskannya, dari 16 Balon tersebut, hanya untuk lima daerah pemilihan yakni di Dapil 3 yang meliputi daerah Barito Kuala dan Dapil 5 yang meliputi Hulu Sungai Utara (HSU), serta Tabalong dan Balangan. “Mau bagaimana lagi. Tapi nama yang kami ajukan ini adalah mereka yang benar-benar siap bertarung,” ujarnya.

Di tanah Bumbu, pendaftaran bacaleg masih minim. Hingga kemarin pukul 16.50 Wita, yang mendaftarkan bacalegnya baru 8 partai politik (parpol) saja.

“Sampai sore ini (pukul 16.50 Wita) baru 8 partai politik yang mendaftarkan bacaleg DPRD Tanah Bumbu,” ujar Ketua KPUD Tanbu Mahruri, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Kedelapan parpol tersebut adalah PDIP, PPP, PKB, Hanura, Golkar, Gerindra, Nasdem dan PKS. Sementara PSI, PAN, Demokrat, Partai Berkarya, Partai Garuda, PBB dan PKPI, belum menyerahkan daftar nama bacaleg.

“Kami tunggu sampai pukul 24.00 Wita,” terang Mahruri.

Menurutnya, dari 7 parpol yang belum mendaftarkan bacalegnya, baru PAN yang sudah mengkonfirmasi akan menyerahkan berkas ke KPUD Tanbu pukul 22.00 Wita.

“Yang sudah konfirmasi PAN jam 22.00 Wita. Mereka mau menyerahkan daftar nama-nama bacaleg ke KPUD Tanbu,” kata Mahruri.

Sementara Partai Demokrat, berkasnya belum lengkap.

“Demokrat masih terkendala tanda tangan Ketua DPC Demokrat Tanbu. Selain PAN dan Demokrat, memang belum ada informasi,” ucapnya.

Khusus PBB dan PKPI, saat pendaftaran parpol tidak menyerahkan persyaratan kepengurusan di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Tapi tetap kami tunggu (PBB dan PKPI). Siapa tahu sekarang sudah ada susunan kepengurusannya,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...