10 Parpol Diprediksi Gagal ke Senayan, Ini Datanya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tingginya aturan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) sebanyak empat persen suara sah nasional menjadi ‘warning’ tersendiri bagi seluruh partai politik yang bercita-cita mendapat kursi wakil rakyat di Senayan. Terutama bagi partai yang elektabilitasnya masih di bawah ambang batas PT.

Dalam hasil riset terbaru lembaga survei Median menyebutkan, hanya ada lima partai yang elektabilitasnya di atas 4 persen. Mereka yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 26 persen, Gerindra 16,5 persen, Golkar 8,8 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 8,7 persen dan Demokrat 8,6 persen.

Sementara itu 10 partai diprediksi tak mampu menembus angka 4 persen dan terancam gagal masuk Senayan. Diantaranya Perindo 3,5 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,4 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,8 persen.

NasDem 2,7 persen, Hanura, 0,7 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,3 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,2 persen, dan Berkarya 0,2 persen. Sementara itu responden yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 14,4 persen.

Direktur Lembaga Riset Median Sudarto mengatakan, meski ada 10 partai yang elektabilitasnya tidak melebihi 4 persen, ia masih enggan memastikan sepuluh parpol tersebut secara otomatis akan gagal masuk Senyan. Sebab sampai saat ini mesin partai belum berjalan karena terkendala aturan KPU yang ada.

“Karena memang kan mesin masing-masing partai belum bergerak. Bahkan masih dilarang oleh KPU. Bisa saja masih banyak partai yang lolos,” kata Sudarto di Rumah Makan Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Namun masih ada pemilih yang belum menentukan pilihannya masih cukup tinggi yaitu 14,4 persen. Jika partai dapat meraup suara mereka yang belum menentukan pilihannya, maka bisa jadi akan berdampak banyak bagi elektabilitas si parpol.

“Apalagi kalau undecided voters yang  14,4 persen kalau dibagi rata kan bisa bertambah lagi partai yang lolos ke Senayan,” lanjut Sudarto.

Selain itu variabel iklan media masa untuk memasarkan partai politik yang belum bekerja juga mempengaruhi adanya 10 partai yang belum menyentuh elektabilitas 4 persen. Sehingga hasil risetnya kali ini hanya sebagai data acuan sementara hingga bulan Juli 2018.

“Ini masih di luar variabel tokoh partai. Kalau iklan TV udah turun bisa berubah juga. Ini hanya gambaran sementara sampai bulan Juli,” tandasnya. (sat/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...