Beli Saham Freeport, Inalum Ngutang ke Bank Asing

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan meminjam uang ke Bank asing untuk membeli saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Adapun  dana yang dikeluarkan untuk membeli saham adalah USD 3,85 miliar. Atau sekitar Rp 55 triliun. Hal itu supaya saham pemerintah melalui Inalum menjadi 51 persen.

“Terkait pendanaan (divestasi), semua akan dibiayai bank asing. Karena kalau bank lokal kita tidak mau mempengaruhi fluktuasi rupiah. Karena transaksi (divestasi) dilakukan di luar dalam bentuk dollar,” ujar  Head of Corporate Communications PT Inalum Rendi Achmad Witular di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Divestasi Freeport: Kedaulatan Tambang Indonesia”  di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (23/7)

Ia menambahkan, pendapatan Inalum dalam bentuk dollar. PTFI juga dollar. “Sehingga dengan pendanaan dari bank asing tidak akan mengganggu nilai tukar rupiah,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi UGM Fahmy Radhi menepis kekhawatiran adanya pengurangan hak saham bilamana pendanaan dilakukan seluruhnya oleh bank asing.

“Kalau semua pemberi pinjaman dari bank asing, itu tidak mengurangi hak-hak Inalum dalam saham. Jangan ada khawatir, lantaran itu asing akan menguasai saham. Kecuali, kalau memang saham diambil asing,” ujarnya.

Lebih lanjut Fahmy menilai Inalum sanggup membayar utang terkait divestasi saham PT  Freeport Indonesia. “Saat ini karena kepemilikan saham tidak banyak deviden kecil. Kalau 51 persen, itu besar. Saya sudah menghitung, pembagian deviden itu mampu membayar utang USD 3,85 miliar dollar,” pungkasnya. (dai/idp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...