Kawal Putusan Sengketa Tanah, Warga Bara-Baraya Minta Majelis Hakim Harus Adil

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Bara-Baraya Bersatu menggelar aksi unjuk rasa dalam mengawal sengketa tanah antara warga Bara-Baraya dengan Kodam XIV/Hasanuddin, di jembatan Fly Over Makassar, Senin (23/7/18).

Sebagaimana putusan perkara nomor : 255/Pdt.G/2017/PN Mks. Dimana antara tergugat warga Bara- Baraya, sementara penggugat Nurdin Dg Nombong dan Kodam XIV/Hasanuddin yang mengklaim tanah warga sebagai tanah okupasi asrama TNI-AD.

Koordinator Aliansi Bara-Baraya Bersatu, M Nur, menegaskan bahwa tanah sengketa yang saat ini dikuasai oleh tergugat warga Bara–Baraya bukan tanah okupasi Asrama TNI-AD. Fakta tersebut berdasarkan bukti surat dan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan selama persidangan.

"Disitu menerangkan bahwa warga Bara-Baraya telah tinggal di atas tanah sengketa sejak tahun 1960-an berdasarkan kepemilikan surat–surat yang sah seperti Akta Jual Beli (AJB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),"terangnya.

Lebih lanjut, Nur mengatakan bahwa tanah sengketa tidak pernah dikuasai oleh Kodam XIV/Hasanuddin, baik digunakan untuk penempatan barak TNI maupun fasilitus umum TNI. Sebab, dari awal tanah sengketa telah dikuasai oleh tergugat dan tidak pernah dipersoalkan oleh Kodam XIV Hasanuddin.

"Tergugat warga Bara – Baraya juga BUKAN pensiunan TNI, sehingga sama sekali tidak punya hubungan hukum dengan Kodam XIV Hasanuddin,"lanjutnya.

Selain itu, gugatan tersebut dinilai tidak jelas, sebab penggugat tidak mampu menunjukkan Letak Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 4 atas nama Moedhinong Dg Matika selama persidangan maupun pemeriksaan lokasi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...