KPK Sering Lakukan OTT, Alhabsyi Tanya Perkembangan Korupsi Sumber Waras

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejak awal tahun hingga pertengahan tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah beberapa kali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam OTT ini, KPK juga ikut mengamankan uang yang digelapkan oleh para terduga korupsi berpariasi, dari puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran.

Namun, aksi OTT yang sering dilakukan oleh KPK ini seakan untuk meredupkan kasus mega korupsi yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atas pembelian tanah Rumah Sakut Jiwa Sumber Waras. Dalam kasus ini, negara dirugikan sebesar Rp 191 miliar berdasarkan hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atas dasar itu, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi meminta kejelasan KPK soal temuan BPK atas kasus korupsi RS Sumber Waras tersebut.

“Hal lain yang perlu juga dijelaskan KPK adalah terkait dengan penentuan langkah KPK. Selama ini kegiatan penegakan hukum yang dilakukan KPK selalu didasarkan pada kerugian negara yang dihitung oleh BPK, kecuali pada satu perkara yaitu kasus RS Sumberwaras,” tanya Abie Bakar kepada pimpinan KPK saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Senin (23/7).

Padahal, lanjut Aboe Bakar, dalam kasus mega korupsi RS Sumber Waras, BPK sudah menghitung kerugian negara hingga miliaran rupiah, tapi tak ada tindakan hukum dari institusi anti rasuah ini.

“Pada kasus tersebut BPK sudah menyampaikan adanya kerugian sebesar 191 Milyar, namun kenapa KPK tidak juga melakukan tindakan,” ujarnya.

Langkah acuh yang ditunjukan oleh KPK atas kasus korupsi RS Sumber Waras ini membuat KPK terkesan tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. “Akibatnya seolah KPK dilihat tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Tentunya hal ini perlu dijelaskan dengan baik oleh KPK,” tegasnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...