Prabowo Akan Jadi Play Maker, bukan King Maker

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Teki-teki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal maju di pilpres atau hanya menjadi king maker menuai sejumlah komentar dari kalangan pengamat. Salah satunya pakar politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing.

Emrus yakin, Prabowo tetap akan menjadi “play maker” dan bertarung dengan Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Bukan king maker seperti ramai diperbincangkan belakangan ini.

“Saya pikir Prabowo itu seorang Jenderal yang tidak mungkin menyatakan kalah sebelum berperang. Itu berdasar dari rekam jejak beliau, baik di militer maupun politik,” kata Emrus saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/7).

Dalam penilaian Emrus, Prabowo terbukti berhasil mendirikan, memimpin serta mengelola Partai Gerindra hingga menjadi partai dengan perolehan suara ketiga di DPR. Mengalahkan Partai Demokrat yang ditopang ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah dua periode menjadi Presiden.

Namun, dalam pemilu 2014, Gerindra terbukti berhasil mengumpulkan 14.760.371 (11,81 persen) suara atau 71 kursi (13 persen) kursi di parlemen. Karena itulah, Emrus berpendapat, Prabowo tidak akan menjadi king maker yang berpotensi membuat Gerindra terpuruk di Pemilu Legislatif tahun depan.

“Ketokohan Prabowo telah melekat dengan Gerindra, jadi kalau Prabowo tidak maju dan menyerahkan tiket calon presiden kepada orang lain, ini akan menurunkan elektabitas Geridra di Pileg,” ujar Emrus.

Diketahui, isu Prabowo akan menyerahkan mandat capres kepada tokoh lain mencuat saat sejumlah kader Gerindra mengatakan, adanya sejumlah opsi capres-cawapres yang berpotensi menang di Pilpres 2019. Salah satu opsinya yaitu Prabowo menyerahkan mandat capres ke tokoh lain. Namun, tak disebutkan kepada siapa mandat itu diserahkan.

Emrus juga menjelaskan, peluang Prabowo menang di Pilpres 2019 masih besar sebab elektabilitas Jokowi sebagai penantang masih kurang dari 50 persen. Tinggal bagaimana Prabowo dan koalisinya bisa memunculkan wakil yang bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo.

“Sekaligus Prabowo dan wakilnya nanti bisa menghadirkan program-program masuk akal yang bisa diterima masyarakat. Tentu dengan memberikan soliusi-solusi bila nanti mereka mempimpin,” papar dia.

Lebih lanjut, Emrus juga menyayangkan pihak-pihak yang terkesan mendorong-dorong agar Prabowo tidak maju dan menyerahkan mandat kepada figur lain. Salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Anies sudahlah jangan didorong-dorong untuk maju. Biarkan Anies membangun Jakarta lima tahun ini, nanti justru baik bagi Anies untuk maju jadi capres 2024,” pungkasnya. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...