Universitas Negeri Malang Cari Rektor Baru, Pendaftaran Hanya 5 Hari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) membuka pendaftaran penjaringan bakal calon rektor baru. Pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 23 – 27 Juli mendatang.

Pembukaan pendaftaran itu menyusul akan berakhirnya masa jabatan rektor UM yang saat ini dijabat oleh Prof Dr A.H Rofi’uddin MPd, yakni pada 28 November mendatang. Persiapan untuk penjaringan itu pun sudah dilakukan tiga bulan sebelumnya.

Sistem penjaringan rektor baru tahun ini terbilang berbeda dibanding penjaringan rektor tahun-tahun sebelumnya. Ketua Senat Prof Sukowiyono mengatakan, baru kali ini pemilihan rektor digelar secara terbuka atau menerapkan metode demokrasi.

“Seluruh dosen yang memenuhi syarat baik dari PTN maupun PTS yang dinaungi Kopertis Wilayah se-Indonesia boleh ikut mendaftar,” ujarnya, Senin (23/7).

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UM, Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd mengatakan, secara teknis tahapan pemilihan rektor sudah dikonsultasikan dan disetujui oleh Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.

“Sejak tiga minggu lalu, kepanitiaan sudah bekerja dengan memperhatikan peraturan kementerian, peraturan UM, peraturan senat serta mempelajari dokumen PTN lain yang telah menyelenggarakan pilrek,” terangnya.

Dia menerangkan, pihaknya sepakat untuk menyusun jadwal dan telah disetujui oleh pihak kementerian. Berbagai undangan terbuka baik secara fisik maupun email pun sudah dikirimkan. “Publikasi baik dalam bentuk online maupun fisik sudah kami lakukan. Misalnya, terkait jadwal penjaringan Pilrek bisa diunduh di website www.um.ac.id,” jelasnya.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 201 instansi yang sudah dikirimi undangan terkait pilrek ini. Dari jumlah tersebut, 12 diantaranya meliputi koordinator Kopertis dan Kopertais yang ada di seluruh Indonesia. “Jumlah tersebut juga meliputi perguruan tinggi islam seperti UIN dan IAIN,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, beberapa politeknik juga sudah dikirimkan undangan terbuka sejak Sabtu (21/7) lalu. Menurutnya, hal itu dilakukan karena pihaknya ingin menjaring calon rektor seluas-luasnya. Mulai dari Universitas, perguruan tinggi, hingga Politeknik.

Tahapan pemilihan Bakal Calon Rektor UM Periode 2018-2022 sendiri terdiri dari empat tahap. Yakni, tahap penjaringan bakal calon, tahap penyaringan calon, tahap pemilihan calon, dan tahap penetapan dan pelantikan.

Ibrahim mengatakan, pada masing-masing tahap telah tersusun kegiatan dan tanggal secara detil. “Sehingga diharapkan tahap penetapan dan pelantikan Rektor UM periode 2018-2022 oleh Kemenristekdikti tidak melebihi berakhirnya masa jabatan Rektor UM periode 2014-2018,” pungkasnya. (fis/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...