18 Anggota DPRD Kota Malang Ditahan di Surabaya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 18 anggota DPRD Kota Malang dipindahkan ke Surabaya, setelah sebelumnya sempat menghuni rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berkas perkara para tersangka kasus suap APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015 itu sudah lengkap alias P-21. Selanjutnya, perkara disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Jaksa KPK Arief Suhermanto menjelaskan, berkas tahap II para tersangka sudah diserahkan penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin sore (23/7). 18 Orang tersebut diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya dengan kereta api. “Tadi malam (Senin) berangkat. Sampai Surabaya pagi tadi,” jelas Arief, Selasa (23/7).

Para tersangka diangkut kereta api dengan pengawalan ketat. Selain petugas KPK, mereka juga dikawal anggota Brimob. Sesampainya di Surabaya, para tersangka dibawa ke Kejati Jatim untuk melengkapi proses administrasi. Selanjutnya, mereka dipindahkan ke rutan. Rinciannya, 13 orang ditempatkan di Rutan Kejati Surabaya dan 5 tersangka lainnya di Medaeng.

Pelimpahan berkas perkara para tersangka akan dibagi tiga. Arief tidak menjelaskan secara rinci siapa-siapa saja yang tergabung dalam satu berkas. “Yang jelas masing-masing berkas terdiri dari dakwaan enam orang,” tuturnya.

Sementara saat dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Register Rutan Kelas I Surabaya Jumadi menerangkan, 5 orang yang dibawa ke Medaeng tiba sekitar pukul 06.30 WIB.

Khusus di Medaeng, dua orang ditempatkan di rutan perempuan. Yakni, Yaqud Ananda Gudban dan Sulik Lestyowati. “Sesampainya di sini, kami data terus dites kesehatan. Kondisi fisik mereka sehat semua, tidak ada keluhan,” terang Jumadi.

Pemeriksaan lima orang tersebut berlangsung sekitar dua jam. Sekitar pukul 08.30 WIB, mereka sudah menghuni sel masing-masing. Kelima tersangka yang ditempatkan di Medaeng mendapat perlakuan yang sama dengan napi-napi lainnya. Tidak diistimewakan.

Seperti diketahui, 18 anggota DPRD Kota Malang ditahan KPK sejak April 2018. Mereka terlibat kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Mereka semua tersadung hukum setelah KPK mengembangkan kasus suap yang menjerat Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono. Arief menerima uang Rp 700 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistyono. Setelah itu, Arief menyetor uang Rp 600 juta kepada Wali Kota Malang M. Anton. Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada 18 anggota DPRD.

 

Berikut 18 anggota DPRD yang ditahan di Surabaya:

Rutan Kejati Surabaya

– Rahayu Sugiarti

– Hery Subiantono

– Sukarno

– Heri Pudji Utami

– Abdul Hakim

– Imam Fauzi

– Tri Yudiani

– Suprapto

– Salamet

– Mohan Katelu

– Sahrawia

– Wiwik Hendri Astuti

– M. Zainuddin

 

Rutan Medaeng

– Syaiful Rusdi

– Abdul Rachman

– Yaqud Ananda Gudban (rutan perempuan Medaeng)

– Bambang Sumarto

– Sulik Lestyowati (rutan perempuan Medaeng).

(did/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...