Eksekusi Hotel Bagus Inn Ricuh, Beberapa Orang Diamankan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Petugas pengadilan mengeksekusi pengosongan Hotel Bagus Inn di Jalan Brigjend Dharsono Pantura, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/7). Sejumlah personel kepolisian dibantu dengan aparat Satpol PP turut mengamankan jalannya eksekusi.

Kericuhan sempat terjadi lantaran sejumlah orang melakukan perlawanan. Bahkan aparat terpaksa mengamankan beberapa orang agar proses eksekusi bisa tetap berjalan.

Eksekusi pengosongan Hotel Bagus Inn bermula dari penetapan Pengadilan Negeri (PN) Sumber atas ajuan pemohon pemenang lelang untuk eksekusi. Permohonan dikabulkan majelis hakim pada Juli lalu.

Penitera PN Sumber Ating Budiman menjelaskan, sangketa hotel berawal dari kasus pinjaman utang Bagus Inn yang tidak kunjung dilunasi kepada Bank Bukopin. Agunan jaminan utang adalah tanah bangunan Hotel Bagus Inn.

“Kasus ini berawal dari utang-piutang, bukan dari perkara. Hak tanggungan utang pihak hotel yang wajib dibayarkan kepada bank belum dilunasi atau macet,” ujar Ating usai eksekusi pengosongan Hotel Bagus Inn.

Meski dari pihak penggugat keberatan, Ating menegaskan bahwa eksekusi tersebut sudah sesuai prosedural. Mengingat ada peraturan dari Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa untuk kasus sangketa utang-piutang dibolehkan langsung ekseskusi tanpa menunggu keputusan banding atau inkrah.

“Kalaupun ada banding atau pengadilan di tingkat lebih tinggi, bisa langsung dilakukan eksekusi. Karena sudah sampai putusan di tingkat pengadilan,” ujarnya.

Eksekusi pengosongan bangunan dan lahan itu berdasarkan petunjuk pelaksanaan buku coklat Mahkamah Agung. Proses hukum sangketa utang-piutang antara pihak hotel dan Bank Bukopin sudah berjalan setahun lalu.

Utang yang membelit Trivena selaku pemilik Hotel Bagus Inn kepada pihak Bank Bukopin terjadi sejak 2017. Proses persidangan yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun di PN sumber dimenangkan pihak Bank Bukopin. “Pembayarannya tidak lancar. Sedangkan Bank Bukopin menarik kepemilikan atas jaminan tanah dan bangunan ini sebagai agunan pinjaman,” paparnya. (wiw/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...