Pertemuan Prabowo dan SBY Bakal Bahas Logistik Pilpres 2019?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Pertemuan di Istana Bogor yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri oleh enam ketua umum parpol koalisi pada Senin (23/7) malam, dikabarkan telah menyepakati satu nama calon pendamping Jokowi di Pilpres mendatang.

Seperti tak mau kalah cepat, kubu Prabowo juga segera menggelar pertemuan dengan Partai Demokrat, setelah sebelumnya bertemu dengan Ketua Umum PAN, PKS, Partai Berkarya dan PBB. Pertemuan elite partai politik yang identik dengan koalisi keumatan ini bersilaturhami dengan Persaudaraan Alumni 212 yang menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai calon Presiden di Pemilu 2019.

Menanggapi konstelasi politik jelang pendaftaran capres dan cawapres itu, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio membenarkan bahwa hanya Prabowo Subianto yang bisa mengimbangi elektabilitas Joko Widodo.

“Faktanya saat ini yang paling tinggi memang Prabowo, mau pakai hasil survei siapa juga akan begitu,” kata Hendri saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/7).

Karena itu, kata Hendri, Gerindra tidak bisa menjadikan Prabowo sebagai King Maker kemudian mencalonkan figur lain, apalagi dari luar partai. Sebab ketokohan Prabowo sudah sangat menyatu dengan Gerindra.

“Kekuatannya Gerindra ada di Prabowo dan itu sudah dibuktikan di Pilkada,” ujarnya.

Karena faktor kefiguran Prabowo, tokoh-tokoh yang diusung Gerindra di Pilkada bisa mendulang suara yang cukup besar dan di luar dugaan. “Terbukti suskses memberi kejutan dengan perolehan suara yang nyaris mengalahkan pasangan-pasangan yang diunggulkan,” paparnya.

Pada Pileg mendatang, menurut Hendri, kehadiran Prabowo di Pipres juga akan sangat berdampak bagi elektabilitas Partai Gerindra. Jika Prabowo tidak maju, perolehan suara Gerindra dipastikan jeblok.

“Yang harus dipertimbangkan itu Prabowo effeck di Pileg. Karena apa yang mau dijual buat ngejagain kursinya gerindra. Anies mau dijual, enggak bisa. Harus Prabowo,” jelasnya.

Menyoal isu adanya kekhawatiran dari internal Gerindra dan koalisi sehingga muncul wacana Prabowo akan jadi King Maker, kata Hendri, lebih disebabkan karena kesenjangan elektabilitas Prabowo dengan Jokowi.

Namun, Hendri berpendapat, hal itu bisa disiasati dengan menggandeng cawapres yang bisa mendongkrak eletabilitas Prabowo.

“Masalah di Prabowo sekarang itu hanya di logistik. Jadi pertemuan dengan SBY nanti juga menurut saya ada kaitannya dengan (logistik) ini,” pungkasnya. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...