Sedih! Perburuan Harimau Sumatera Masih Terjadi, Ini Buktinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAMBI – Kasus perburuan Harimau Sumatera yang dilindungi, di Provinsi Jambi masih terus terjadi. Kondisi ini tentu sangat menghawatirkan, seiring dengan sudah terancamnya populasi raja hutan ini di habibat asli Pulau Sumatera.

Ini terbukti dengan pengungkapan yang dilakukan tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi dan Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi yang berhasil mengamankan dua orang pembawa kulit Harimau Sumatera, Minggu (22/7).

Penangkapan dilakukan di depan Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, tepatnya di simpang tiga lampu merah, Kecamatan Telanaipura, sekitar pukul 13.00 WIB.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Kasi Wilayah II BKSDA Jambi, Wawan saat dikonfirmasi awal media. Kata Dia, ada dua orang yang diamankan. Berikut dengan barang bukti kulit dan tulang Harimau Sumatera.

“Iya, memang ada penangkapan pembawa kulit harimau. Sekarang diperiksa di Polda Jambi,” ujar Wawan seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (24/7).

Penangkapan sendiri dilakukan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan hingga dua pelaku yang menggunakan mobil diringkus tanpa perlawanan.

Pantauan di gedung lama lantai dua Mapolda Jambi, petugas dari BKSDA dan Ditreskrimsus Polda Jambi tengah mengeluarkan kulit itu dari dalam kotak. Tampak kulit Harimau Sumatera yang masih basah.

Selain itu, petugas juga mendapati puluhan botol spritus. Selanjutnya, ada tulang belulang harimau yang dikeluarkan dari kotak.

Sekilas, aroma busuk dari kulit harimau itu tercium. Namun tak begitu menyengat, lantaran kulit tersebut dilumuri oleh cairan spritus.

Salah satu sumber harian ini di Mapolda Jambi menyebutkan, ada dua orang yang diamankan. Kulit harimau itu dibawa dari Bangko, Kabupaten Merangin. Hanya saja, Dia enggan menyebutkan identitas dari keduanya. “Orangnya sudah tua,” katanya.

Menurutnya, pengakuan dari keduanya, bahwa mereka hanya diminta oleh seseorang untuk mengantarkan kotak kardus ke luar kota dengan imbalan uang. Itu disanggupi karena membutuhkan uang.

“Pengakuan mereka bahwa tak tahu apa isi di dalam kotak itu. Katanya barang antik. Makanya tak dibuka,” sebutnya. (nas/jpg/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...