Waspada! Hari Ini dan Besok Puncak Ombak Besar, Tingginya Bisa Segini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sudah hampir sepekan beberapa wilayah laut di Indonesia mengalami ombak tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika puncak dari fenomena alam itu terjadi mulai hari ini, Selasa (24/7) hingga Rabu (25/7).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, tinggi ombak pada Selasa dan Rabu bisa mencapai enam meter. “Gelombang tinggi sudah terjadi sejak Mei. Diprediksi hingga Oktober tingginya mencapai empat meter,” kata perempuan yang akrab disapa Rita itu.

Gelombang tinggi terjadi di Barat Sumatera, Selatan Pulau Jawa, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah 25 Juli, gelombang berangsur-angsur turun. Namun, bukan berarti masyarakat tidak waspada. “Untuk ukuran kapal nelayan dan kapal tongkang itu masih membahayakan,” bebernya.

Rita menjelaskan, kondisi gelombang tinggi ini merupakan kondisi abnormal. Indonesia memasuki kondisi yang dipengaruhi perubahan iklim global. ”Ada perubahan anomali-anomali, kejadian perubahan siklon tropis. Ilmu cuaca yang turun-temurun diporak-porandakan itu karena banyak dari kita yang kurang siap,” ujarnya kemarin (22/7).

Fenomena global yang dimaksud Rita adalah adanya tekanan udara tinggi di Samudera Hindia sebelah timur Madagaskar. Di belahan bumi lain, Australia, tekanan anginnya rendah.

”Sehingga ada aliran udara dengan kecepatan tinggi dari sebelah timur Madagaskar sampai Pasifik. Membelok ke sebelah selatan Indonesia karena menabrak Australia,” tuturnya.

Aliran udara ini bisa mencapai kecepatan 50 km/jam. ”Bisa dibayangkan kalau kapal nelayan menghadapi 50 km/jam. Itu cuma mukjizat saja,” ungkapnya.

Selain itu, siklon tropis juga terbentuk di Filipina. Rita memprediksi akan ada cuaca ekstrem di Indonesia Timur. Bedanya, cuaca ekstrem akibat siklon tropis ini disertai hujan yang sangat lebat. ”Siklon tropis itu udara basah menyebabkan hujan,” ungkapnya.

Dia mengatakan sudah melaporkan hasil perkiraan dari BMKG kepada beberapa pihak yang membutuhkan. Kementerian Perhubungan menjadi salah satu stakeholder yang menerima laporan dari BMKG.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang ditemui dalam kesempatan yang sama mengatakan, laporan cuaca ini memang dibutuhkan dalam pelayaran. Namun, di sisi lain, dia mengingatkan agar kompetensi dan kelayakan kapal juga diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan pelayaran.

”Saya meminta pemda dan syahbandar berkoordinasi. Di selatan Jawa banyak kapal nelayan, saya akan ajak diskusi KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan, Red),” ujarnya.

Selain itu, BMKG terus menyampaikan perkembangan terkini prakiraan tinggi gelombang di perairan Indonesia. Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, mulai 22 sampai 26 Juli bakal ada peningkatan angin timuran dengan kecepatan mencapai 37 km/jam.

Kuatnya angin tersebut menyebabkan adanya gelombang yang mencapai enam meter di perairan Indonesia. Total ada tujuh titik perairan Indonesia yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 4–6 meter, yaitu perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu hingga Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan.

Kemudian, gelombang 4–6 meter diperkirakan juga bakal terjadi di perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa sampai Sumbawa, Selat Bali–Selat Lombok–Selat Alas bagian selatan, serta di perairan selatan Pulau Sumba.

“Dengan tingginya gelombang itu, BMKG mengimbau supaya nelayan, khususnya dengan perahu kecil, tidak memaksakan diri untuk melaut,” kata dia. (lyn/wan/jpnn/far/k11/ktp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...