Diberi Dana Rp1,5 Miliar, KONI Sulsel Ogah Gunakan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menaruh perhatian besar terhadap pertanggungjawaban anggaran sebesar Rp1,5 miliar oleh KONI Sulsel. Komisi E yang menjadi mitra kerja Dinas Pemuda dan Olaraga Sulsel, melalui anggotanya Andi Muhammad Irfan AB meminta agar organisasi tersebut segera membuat laporan atau mempertanggungjawabkan keuangan tersebut.

Bilamana tidak dilakukan, kata Irfan, maka tentu akan berdampak pada alokasi anggaran untuk kegiatan lainnya, seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda), “Jadi KONI wajib mempertanggungjawabkan anggaran yang tersisa,” ujarnya, kemarin.

Sekretaris KONI Sulsel Dr Ad’dien, mengatakan semua laporan pertanggungjawaban KONI sudah masuk sejak Senin (23/7). Karenanya, ia menegaskan saat ini sudah tak ada lagi masalah soal anggaran.Ad’dien mengatakan, tidak ada kisruh sebenarnya selama ini. Bahkan saat di DPR yang membahas mengenai anggaran yang belum dipertanggungjawabkan, pihaknya sendirilah yang melaporkan ke Badan Anggaran kalau ada yang belum dipertanggungjawabkan. Jadi, menurutnya, tak ada masalah selama ini.

Ditambahkannya, sejak Senin kemarin, semuanya telah tuntas. Saat ini statusnya masih sementara proses pencairan anggaran.“Sudah tuntas semua. Sudah diproses di kantor Gubernur. Soal pencairan itu juga masih diproses. Anggaran Porda kan satu paket sama anggaran KONI,” kata Ad’dien

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Sulsel Andi Arwien Azis, menegaskan bahwa tidak ada persoalan dalam pengelolaan dana hibah sebesar Rp1,5 miliar yang diberikan ke KONI. Dia meluruskan, yang terjadi adalah uang senilai Rp1,5 miliar tersebut ternyata belum digunakan atau dibelanjakan oleh KONI. Otomatis, belum ada yang bisa dipertanggungjawabkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...