Guru Aniaya Siswa, Ini Penjelasan Kepsek SMPN 1 Panca Rijang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Insiden pemukulan siswa oleh oknum guru di SMPN 1 Panca Rijang Kabupaten Sidrap, semakin menuai kritikan. Kepala SMPN 1 Panca Rijang, Nurdin, pun angkat bicara terkait insiden tersebut.

Dia mengaku bahwa kasus dugaan kekerasan di sekolah yang dipimpinnya itu, berawal saat kerja bakti sebelum pulang sekolah karena akan ada kunjungan penilaian akreditasi dari Provinsi.

Menurutnya, dia sudah memanggil guru dan anak tersebut masuk di ruangannya untuk dimintai keterangannya bersama sejumlah saksi-saksi yang melihat langsung saat kejadian.

Saat ditemui diruangannya, Rabu, 25 Juli, dia menceritakan bahwa saat itu siswa dan guru membersihkan masing-masing ruangan kelas dan lingkungan sekolah. Setelah semuanya bersih, tiba-tiba sejumlah siswa lalu lalang masuk ruangan sehingga ruangan tersebut kotor.

Disitulah, guru inisial SA menegur siswanya dan memberi tepukan dibagian pantat belakang terhadap sejumlah siswa termasuk korban Nur Khosaini Rizkika yang melapor ke kepolisian.

Setelah itu, anak tersebut lari pulang kerumahnya sambil berkata-kata yang tidak sewajarnya. Tak hanya itu, anak itu, lalu kembali ke sekolah dengan membawa tombak untuk menombak guru itu.

Beruntung, sejumlah guru sempat menahannya sehingga tidak sempat melukai gurunya. “Yah, begitu ceritanya. Anak tersebut mengata-ngatai gurunya dan membawa senjata tajam ke sekolah ini,” kata Kepala SMPN 1 Panca Rijang, Nurdin.

Dari persoalan itu, sejumlah guru lainnya juga mengaku bahwa kelakuan anak tersebut memang sering membuat onar dan termasuk anak nakal. Kemudian perlu memang diberikan perhatian khusus. (ira/parepos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...