Harga Udang Jatuh, Petambak Beralih ke Bandeng

FAJAR.CO.ID, TARAKAN - Budidaya ikan bandeng yang selama ini dinomorduakan oleh petambak udang, kini mulai diseriusi. Ini karena anjloknya harga udang sejak beberapa bulan belakangan.

Banyak petambak yang kini lebih memilih membudidayakan bandeng ketimbang udang. Itu diungkapkan Ammat, salah satu pemilik pos pembelian udang di kawasan Beringin, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah.

Ammat merasakan betul dampak dari anjloknya harga udang. Akhir-akhir ini penjualan udang ke tempatnya menurun drastis. Oleh karenanya petambak lebih memilih membudidayakan bandeng. Sedangkan udang, dianggap tidak sesuai antara biaya operasional dengan hasil panen.

"Dampaknya lumayan terasa. Sebelum harga turun dari awal tahun, para nelayan maupun petambak setiap hari datang menjual (udang). Tetapi karena (harga, Red) anjlok, kadang 3 hingga 5 hari baru ada yang datang," ungkapnya saat ditemui media ini, Senin (23/7).

Mulai anjloknya harga udang diakuinya sudah terjadi sejak setahun silam. Tetapi tidak terlalu signifikan. Namun mulai awal Januari harga udang dengan harga bibit sudah tidak berbanding lurus dengan harga jual.

"Sebelumnya, Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu turunnya. Tetapi belakangan menjadi setengah harga. Kita juga sebagai pengepul hanya bisa ngikutin harga dari pusatnya. Kalau menggunakan harga lama kita juga bisa bangkrut,” ujarnya.

Djaman, salah seorang pemilik tambak, mengatakan semenjak harga udang anjlok dia langsung berhenti membudidaya udang. Karena untuk pembelian bibit harga terus naik. Sementara ketika panen, harganya turun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...