KPK Segel Sel Fuad Amin dan Wawan, Ini Alasannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan penyegelan yang dilakukan terhadap sel milik terpidan korupsi Fuad Amin dan Tubagus Chairi Wardana (Wawan) saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

“Penyegelan kita lakukan pada dua sel ya, dilakukan karena kami ngggak bisa masuk ke ruang dua terpidana ini karena mereka nggak berada di sel,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

Karena kedua sel tersebut dikunci, maka pihaknya melakukan penyegelan guna mengamankan barang bukti.

“Karena kami duga ada beberapa bukti terkait yang berada di lokasi tersebut sebagai bentuk kegiatan KPK lakukan kroscek di lapangan dari info yang kami dapat,” jelasnya.

Namun, mantan aktivis ICW ini belum bisa merinci terkait bukti apa yang diamankan lembaganya dalam kasus yang juga melilit suami artis cantik Inneke, Fahmi Darmaswansyah.

“Nggak bisa disampaikan, ruangan kan nggak bisa dibuka. Rincian belum bisa kami sampaikan karena kami masuk teknis penyidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan alasan mengapa tidak mengamankan Tubagus Chaeri Wardana dan Fuad Amin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Lapas Sukamiskin pada Jumat (20/7). Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, saat tim penindakan KPK ke sel tersebut tidak menemukan kedua narapidana. Maka tim memutuskan hanya menyegel ruangan tersebut.

“Tim menuju tiga sel lainnya, ada sel Charles Jones Mesang, Tubagus Chaeri Wardana dan Fuad Amin. Karena tidak menemukan dua narapidana (Tubagus dan Fuad) maka tim menyegel sel tersebut,” ungkapnya, Minggu (22/7).

Syarief menuturkan, informasi yang didapat kedua pihak tersebut memang tengah keluar, karena di kamarnya memang tidak ditemukan. Ada dua alasan mengapa pihak lapas mengizinkan seseorang meninggalkan selnya.

“Jadi saya ingin jelaskan bahwa di dalam UU di pemasyarakatan ada izin untuk keluar luar biasa. Izin luar biasa ini salah satu contohnya sakit. Boleh pake izin dengan rekomendasi dari dokter. Yang kedua menjadi saksi pernikahan anaknya. Itu bisa diizinkan,”jelasnya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang juga menuturkan jika memang kedua pihak tersebut sakit. Namun, saat dicek di rumah sakit tidak ada, di kamar rumah sakit juga tak ada. Kemungkinan memang ada izin luar biasa.

“Kemungkinan mereka izin luar biasa itu karena memang ada hak narapidana untuk memiliki izin itu,” tukasnya.

Untuk itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengimbau agar lokasi yang sudah disegel di Lapas Sukamiskin tidak disentuh pihak lain karena ada resiko hukum.

“Untuk 2 sel terpidana korupsi di sana, agar tidak dimasuki oleh pihak manapun kecuali penyidik yang berwenang. Kami ingatkan, ada resiko hukum jika segel atau bukti dalam penyidik dirusak atau dihilangkan,” tutupnya. (ipp/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...