LKKN Kepung Kejati Sulsel, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Infrastruktur di Makassar

Rabu, 25 Juli 2018 16:10

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah Demonstran yang mengatasnamakan Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN) menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Rabu (25/7/18).Para demonstran ini membentangkan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Orasi tersebut mengenai data sejumlah dugaan korupsi di Sulsel diantaranya pembangunan gedung perkuliahan Poltekpar Makassar.Ketua Umum Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN), Baharuddin Ibar mengatakan pembangunan gedung perkuliahan senilai 18 miliar tersebut dibutuhkan kejelasan terkait proses pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran senilai puluhan miliar ini yang direncanakan bertahap.”Sehingga jika terjadi pelanggaran juknis yang berdampak merugikan keuangan negara, diharapkan kepada pihak auditor dalam hal ini institusi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membuka hasil audit yang telah dilaksnakan. Terutama menyampaikan kepada penegak hukum untuk segera ditindaklanjuti,”ujar Ibar.Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Labuang Baji dengan nilai anggaran puluhan miliar dan  pengadaan Alkes  yang juga bernilai miliaran rupiah. Proses pelaksanaan pembangunan di RSUD Labuang Baji ini telah terjadi keterlambatan pekerjaan, dan menjadi salah satu indikasi kegagalan dalam pengelolaan proyek.Sementara Koordinator Aksi, Andi Ismaila menambahkan bahwa selain Poltekpar Makassar, laporan dugaan korupsi ke Kejati Sulselbar diantaranya adalahProyek Jalan Nasional lingkup Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Regional VI Makassar (BPJN).Proyek jalan nasional yang dimaksud, kata Ismalia, pekerjaan jalan dengan nilai anggaran 141 miliar rupiah paket jalan Makale Palopo. Dugaan terjadinya indikasi pemyimpangan yang diduga bertentangan dengan perencanaan dan realisasi hasil pekerjaan. Dimana rangkaian pekerjaan talud penahan tanah ( TPT) telah mengalami kerusakan pada beberapa titik.

Komentar


VIDEO TERKINI