Mana.. Sampai Sekarang Belum ada Ganti Rugi dari Pertamina

FAJAR.CO.ID, PENAJAM   -  Nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi korban tumpahan minyak mentah milik PT Pertamina di perairan Teluk Balikpapan, belum mendapatkan ganti rugi.

Abdul Azis, salah seorang nelayan di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, mengungkapkan bahwa Pertamina berjanji akan merealisasikan ganti rugi kepada korban terdampak pencemaran tumpahan minyak mentah sebelum Lebaran. Kemudian diundur, berjanji lagi akan menyalurkan ganti rugi pada Juli ini.

Namun, menjelang akhir Juli, tak kunjung ada kejelasan dari Pertamina. “Kami berharap Pertamina menepati janji. Realisasikan ganti rugi sebelum bulan Agustus,” kata Abdul Azis pada media ini, Senin (23/7).

Sebanyak 30 nelayan di Gersik yang terdampak pencemaran lingkungan memiliki tingkat kerugian yang berbeda. Abdul Azis mengungkapkan, rata-rata alat tangkap nelayan yang tercemar minyak mentah, yakni jaring ikan, jaring udang, dan belat.

“Kalau saya sendiri ada dua unit alat tangkap, nilainya itu mencapai Rp 10 juta. Informasi yang kami dapatkan, total ganti rugi yang akan dibayarkan Pertamina sesuai yang saya harapkan,” ujarnya.

Sementara itu, nelayan asal Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, H Sadar menyatakan bahwa nelayan yang terdampak pencemaran lingkungan telah didata oleh BPBD dan Dinas Perikanan.

“Kami di Pantai Lango bahkan sudah menyetor nomor rekening bank. Karena informasinya bantuan itu akan ditransfer langsung oleh Pertamina. Tapi, sampai saat ini belum juga terealisasi. Kami berharap bulan ini Pertamina memenuhi janjinya,” kata H Sadar saat mengadu persoalan ganti rugi Pertamina ke DPRD PPU.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...