PAN Dikabarkan Pamit ke Jokowi, Sekjen: Pasti Ada Pengaruh

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan dikabarkan telah pamit kepada Presiden Joko Widodo. Zulhas-sapaannya- sudah menyampaika kalau partainya memilih berseberangan dalam Pilpres 2019.

Kabar tersebut menyeruak tak lama setelah Zulhas menemui Presiden Jokowi Selasa (24/7) pagi. Sehari sebelum itu, Jokowi menggelar pertemuan dengan para ketua umum partai pendukung pemerintah, minus Zulhas.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengetahui kabar hal tersebut.

Sepengetahuan Arsul, PAN belum menentukan sikap politiknya di pilpres 2019 mendatang. Partai sejawatnya itu dinilainya baru memutuskan pada Agustus.

“Itu harus ditanya ke pak Zul (Zulkifli), apakah PAN sudah pamitan atau belum,” kata Sekjen PPP Arsul Sani di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/7).

“Pak Zul sepanjang yang saya ikuti kan mengatakan bahwa PAN baru akan menetapkan sikap politik nya kan nanti di awal bulan Agustus,” lanjutnya.

Dia menambahkan, jika PAN benar-benar memutuskan untuk menjadi lawan politiknya, maka akan berpengaruh dalam kekuatan politik Jokowi.

“Kalau saya bilang tidak berpengaruh sama sekali, itu sebuah kesombongan lah. Tentu pasti ada pengaruh. Hanya pengaruh negatif kan harus ada mitigasinnya, nah mitigasi itu yang tentu akan dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan diam-diam menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/7) pagi. Ketika dikonfirmasi awak media, Zulhas—sapaannya—membenarkannya.

“Kamu penciumannya tajam juga,” kata Zulkifli sambil menunjuk ke arah wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/7).

Namun demikian, Ketua MPR ini enggan mengungkap hasil pembicaraan empat matanya dengan Jokowi. Zulhas hanya berjanji akan segera mengumumkannya ke publik. (aim/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...