Pertemuan di Singapura, Jaksa Agung Ajak Negara-negara ASEAN Perangi Terorisme

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo menilai, era revolusi industri generasi keempat dengan Internet of Think, ibarat pisau bermata ganda.

Karena selain bermanfaat bagi kehidupan manusia, revolusi industri ini kerap menjadi pintu masuk untuk melakukan berbagai kejahatan lintas negara. Dia mencontohkan, kejahatan terorisme tumbuh subur di era internet.

“Seperti terorisme telah bermetamorfosa menjadi cyber-terroism, dalam dunia virtual untuk menyebarkan ancaman kekerasan, penyesatan melalui gambar, foto dan video sehingga menimbulkan kegaduhan dan ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintah,” kata Prasetyo dalam pesan tertulis di ASEAN Meeting of Attorneys General 2018 di Singapura, Rabu (25/7).

Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Agung RI didampingi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Noor Rochmad, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raja Nafrizal, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Darmawel dan Asisten Khusus Jaksa Agung Asep N Mulyana.

Prasetyo juga mengungkapkan sikap pemerintah Indonesia terhadap trend terkini kejahatan teror dan perkembangan paham radikal. Mengantisipasi kejahatan ini, pemerintah Indonesia telah melakukan amandemen terhadap UU Pemberantasan Terorisme.

Amandemen UU ini memuat pendekatan baru dan lebih proaktif dalam pencegahan, penanganan dan pemberantasan kejahatan terorisme.

Selain itu, Indonesia telah melakukam pendataan, inventarisasi serta pemblokiran situs radikal mengajarkan radikalisme, ujaran kebencian dan agitasi terorisme.

“Secara institusional, kejaksaan secara serius dan bersungguh-sungguh mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan terorisme, melalui pembentukan Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Tindak Pidana Lintas Negara, serta mengajukan tuntutan maksimal terhadap para pelaku kejahatan terorisme,” ungkap Prasetyo.

Dalam presentasi, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum itu juga mencermati fenomena kejahatan terorisme, terutama melalui jalur-jalur perbatasan di antara negara ASEAN. (ydh/IDP)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...