Ulama Dianiaya, Yusril Siap Jadi Kuasa Hukum

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MARABAHAN – Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra menyatakan diri siap menjadi kuasa hukum H Zainuri Bey, terkait insiden penganiayaan di Kubah Datu Abdussamad pada Kamis (19/7) pagi.

Pernyataan tersebut disampaikannya langsung dengan mengirim rilis kepada Radar Banjarmasin, kemarin siang. Kesediaan dirinya menjadi kuasa hukum Zainuri menanggapi permintaan sejumlah ulama keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan, ulama Kerajaan Banjar yang namanya mendunia sejak dua abad lalu.

“Insya Allah saya bersedia. Kami akan siapkan lawyer untuk mendampingi beliau (H Zainuri Bey),” tulisnya melalui pesan Whatsapp, Senin (23/7) kemarin.

Dia mengatakan, meski yang dialami H Zainuri, kasus penganiayaan pidana biasa. Namun karena dilakukan oleh oknum pejabat dan kasusnya terkesan diabaikan oleh Polisi, meski sudah dilaporkan. Bahkan, menjadi perhatian masyarakat luas.

“Apalagi yang dianiaya ini ulama, zuriat ulama besar, polisi harusnya tanggap. Jangan sampai terjadi perlakuan berbeda kalau pelakunya adalah pejabat. Siapapun yang bersalah harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Kasus pemukulan ini menjadi perhatian para zuriat Datu Abdussamad, pada rapat internal yang dipimpin Tuan Guru KH Asqalany, Ahad (22/7) usai Haul Guru Bawai di Kubah Datu Abdussamad, keluarga yang mewakili dari sejumlah daerah, seperti di Martapura, Kandangan, Rantau, Banjarmasin, hingga Brunei bersepakat kasus yang menimpa H Zainuri merupakan tragedi penodaan terhadap kubah yang berujung penganiayaan.(lan/gmp/mof)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...