40 Tahun PHP Warga, PT Vale Diminta Minggat dari Kolaka

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KOLAKA — Selama 40 tahun beroperasi di Kabupaten Kolaka, PT Vale dinilai tak memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat setempat. Sindiran pedas pun dilayangkan Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Rusman, kepada perusahaan tambang tersebut.

“PT Vale ini tidak memberikan kontribusi bagi daerah, melainkan hanya mengeruk kekayaan yang ada di Kolaka dan merusak lingkungan saja. Janjinya untuk membangun pabrik tak pernah ditepati. Jadi lebih baik PT Vale angkat kaki saja dari Kolaka ini, karena tak ada guna-gunanya,” sindir Rusman, Kamis (26/7/2018).

Legislator Partai Demokrat tersebut mengatakan, pihaknya bersama dengan PT Vale telah beberapa kali melakukan pembahasan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan pabrik. Namun, hal itu tak pernah ditindaklanjuti oleh pihak manajemen perusahaan yang dulunya bernama PT Inco tersebut. Olehnya itu, ia meminta pada pemerintah provinsi dan pusat untuk segera meninjau ulang kontrak PT Vale karena sudah merugikan masyarakat.

“Karena kewenangan pertambangan sudah tidak ada di daerah, maka kami meminta provinsi dan pemerintah pusat untuk melaksanakan amanat undang-undang Minerba nomor 4 tahun 2009. Jadi cabut saja izinnya PT Vale itu,” tegas Rusman. Dengan tidak dibangunnya pabrik oleh perusahaan yang sahamnya dikuasai Vale Canada Limited serta Sumitomo Metal Mining Co Ltd tersebut, maka tenaga kerja yang terserap sangat minim. Makanya, Vale tidak memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat.

“Tenaga kerja yang mereka serap sangat minim. Itupun hanya harian lepas saja yang tugasnya melakukan pengeboran. Jadi lebih baik, lahan PT Vale yang luasnya sekitar 20 ribu hektare itu dikembalikan saja ke masyarakat untuk ditanami cengkih. Atau berikan saja kepada PT Antam agar dapat dikelola lebib baik,” desak Rusman. (fad/kendaripos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...