Begal Surabaya Makin Beringas, Berani Main Bacok untuk Rebut Motor

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kejahatan jalanan di Surabaya makin beringas, tak hanya membuat korbannya celaka, mereka juga tak segan-segan membacok korbannya. Modus itulah yang digunakan oleh Anwar,19. Bersama enam komplotannya, pemuda Jalan Benteng Dalam II nomor 24, Ujung Semampir merampas motor di Jalan Kembang Jepun, Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Tinton Yudha Riambodo mengatakan Anwar ditangkap Selasa (24/7). Dia diburu setelah melakukan perampasan sepeda motor di kawasan Jalan Kembang Jepun, pada Sabtu dinihari (21/7). Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengetahui identitas Anwar.

“Setelah itu, kami lakukan penggerebekan di rumahnya. Hasilnya kami mendapati barang bukti satu unit sepeda motor dan sajam yang digunakan tersangka untuk beraksi,” ungkap AKP Tinton, Rabu (25/7).

Setelah diselidiki, motor yang berada di rumah pelaku merupakan motor hasil rampasan. Yakni motor Honda Beat merah putih bernopol L 3422 SG milik IM, warga Surabaya. Kemudian senjata tajam (sajam) itu, digunakan tersangka Anwar untuk mengancam korbannya jika tak mau menyerahkan motor itu. “Selain tersangka, masih ada enam pelaku lain yang masih kami buru,” terangnya.

Tinton menjelaskan, kasus perampasan itu terjadi setelah Anwar bersama komplotanya bersama-sama keluar dari salah satu kafe di Jalan Pahlawan, Surabaya. Setelah itu, tersangka mengamati sejumlah pengunjung kafe yang juga ingin pulang. Kemudian mereka memutuskan untuk menguntit korban.

“Korban menjadi target lantaran berkendara motor sendirian,” ungkapnya.

Setelah itu, Anwar bersama enam temannya mulai menguntit korban. Mereka mengendarai tiga sepeda motor. Kemudian saat tiba di Jalan Kembang Jepun, Anwar mengayun-ayunkan senjata tajamnya hingga membuat korban berlari ketakutan meninggalkan motornya.

“Saat itulah, komplotan ini membawa kabur motor korban ke Jalan Benteng Miring, Surabaya,” beber Tinton.

Alumnus Akpol (Akademi Kepolisian) tahun 2006 ini menambahkan, korban yang sebelumnya ketakutan mengajak teman-temannya untuk mencari motornya. Setelah tahu motornya berada di Jalan Benteng Miring, korban berusaha merebut kembali motornya.

“Korban sempat mencoba merebut kembali motornya. Namun tersangka justru menyabetkan senjata tajamnya ke arah korban. Korban pun mengalami luka bacok pada telapak tangan kirinya,” terangnya.

Saat diperiksa, Anwar mengaku jika kelompok yang diikutinya itu sudah beraksi di dua TKP. Sedangkan dirinya baru sekali itu bergabung. Dia mengatakan kelompoknya menyasar sesama pengunjung kafe yang pulang dengan membawa motor sendirian.

“Saya terpaksa membacok korban agar korban tidak lagi mengambil motornya. Apalagi kami sama-sama habis minum (miras, Red) di kafe. Jadi, saya berani melakukannya,” ungkap tukang cukur itu. (sb/yua/jek/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...