Bendungan Jebol di Laos, 131 Hilang, 26 Tewas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith mengatakan, sebanyak 131 orang masih hilang dan 26 tewas akibat jebolnya bendungan hidroelektrik yang menyebabkan banjir bandang. Selain itu, ratusan desa juga masih terendam.

Dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (25/7), angka tersebut merupakan angka yang paling spesifik sejauh ini. Laporan resmi sebelumnya hanya menyebutkan ratusan orang hilang di Provinsi Attapeu.

“Seratus tiga puluh satu orang dilaporkan hilang, mereka semua adalah warga negara Laos,” kata Sisoulith pada Rabu, (25/7) dilansir dari Channel News Asia.

Pejabat Konsuler Thailand Chana Miencharoen mengatakan, pada Rabu sore 26 mayat telah ditemukan. “Tujuh belas lainnya terluka dan di rumah sakit,” katanya.

Banjir hingga tingkat atap, terang dia, menghambat upaya penyelamatan di daerah terpencil di negara Asia Tenggara yang miskin dan terkurung daratan.

The Vientiane Times melaporkan bahwa 3.000 orang membutuhkan penyelamatan, mereka berlindung di pohon-pohon dan di atas atap.

“Itu terjadi dengan cepat, kami memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan diri,” kata Joo Hinla, 68 tahun, warga desa yang mengalami banjir paling parah di Ban Hin Lath.

“Semua rumah di desaku terendam air. Empat keluargaku hilang, kami belum tahu nasib mereka. Ratusan orang terlantar termasuk wanita, anak-anak dan orang tua,” ujar Joo. (iml/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...