Hebat, Bacaleg Luwu Ini Tekad Ubah Tanah Kelahiran Jadi Desa Digital

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LUWU — Bermodal wawasan serta pengalamannya di bidang tersebut, bakal calon legislatif (bacaleg) satu ini memberanikan diri maju bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Ketertinggalan di bidang Informasi dan Teknologi (IT) menjadi pukulan berat baginya.

Bermodal wawasan serta pengalamannya di bidang tersebut, diapun memberanikan diri maju bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Adalah Puspla Djaya. Putra Walmas yang berdomesili di Desa Buntu Awo, Kecamatan Walenrang Utara (Walut), mengaku prihatin melihat kondisi di Kabupaten Luwu, terkhusus di Walmas, yang jauh tertinggal dari daerah lain.

Puspla Djaya, menjatuhkan hatinya ke Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya menuju kursi wakil rakyat di Luwu.

Di benak perintis sistem informasi desa Kabupaten Luwu tersebut, dirinya maju bacaleg karena ingin merubah pradigma ketertinggalan IT, menuju desa digital.

“Saya miris melihat keluarga kita di Walmas, hanya persoalan pengurusan tanpa harus ke kantor desa kok susahnya minta ampun. Cukup mengakses identitas ke aparat desa, dokumen yang diinginkan sudah bisa diperoleh dan kita bisa lakukan seperti itu, kenapa tidak,” kata Puspla Djaya, kepada Palopo Pos, Rabu, 25 Juli 2018.

Masih banyak yang perlu dibenahi selain sistem informasi yang disebut tadi. Dimana Walmas yang memiliki potensi SDA dan SDM yang memadai yang jika semuanya itu dikelola dengan baik, maka hasilnyapun akan baik.

Jika suatu daerah sudah berkembang (maju, red) maka membuka peluang bagi para investor untuk menanam sahamnya di daerah yang digadang-gadang akan menjadi Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) tersebut.

“Ya, saya akui Partai Demokrat adalah partai yang besar serta dihuni figur yang mumpuni, tapi dalam dunia politik semuanya bisa terjadi. Keinginan saya untuk duduk di DPRD selain dorongan keluarga juga ada dari Bapak Syukur Bijak. Intinya, Walmas, membutuhkan figur yang dapat merubah Walmas lebih baik kedepan,” pungkasnya. (ded-ary/palopopos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...