Inilah Alasan Demokrat Ogah Dukung Jokowi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku hubungan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri masih berjarak. Ini ditengarai menjadi salah satu hambatan Demokrat dukung Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, di samping itu salah satu faktor penghambatnya yakni bedanya pemahaman mengenai kepemimpinan Jokowi.

“Ada perbedaan cara pandang terhadap bangsa menurut kawan-kawan di sebelah sana Indonesia everything is good, is fine. Keberhasilan banyak dan tinggi,” ujar Ferdinand di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Ferdinand, Demokrat melihat banyak sekali masalah yang perlu diselesaikan oleh Jokowi ke depan. Sehingga akhirnya Partai Demokrat mencoba membangun komunikasi dengan Prabowo Subianto.

“Dengan Gerindra punya kesamaan cara pandang. Punya kesamaan cara menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Namun diakui Ferdinand, sikap dingin Megawati menjadi semacam dinding pemisah besar antara Demokrat dan PDIP. Kata Ferdinand, Megawati selalu menghindar untuk bertemu dengan SBY.

“‎Di acara pernikahan saja Bu Mega misalnya memerintahkan mengecek ada SBY tidak. Kalau SBY datang taruh mejanya yang jauh sekali,” ungkapnya.

Sebelumnya, SBY blak-blakan soal hubungannya dengan Megawati. “Saya harus jujur, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada jarak,” kata SBY.

SBY mengaku, usahanya untuk kembali menjalin komunikasi dengan Megawati sudah dilakukan selama 10 tahun. Bahkan, lanjut SBY, mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas, juga sempat turut berupaya mendamaikan keduanya.

“Jadi, bukan nggak ada kehendak berdamai. Hanya Tuhan belum menakdirkan hubungan kami kembali normal,” ujar SBY. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...