Jamaah Haji Jangan Asal Pilih Sandal, Penderita Diabetes Jangan Pakai Jepit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Kementerian Kesehatan seringkali mengingatkan jamaah haji dalam hal penggunaan alas kaki. Ternyata untuk menyesuaikan iklim di Tanah Suci dengan suhu di atas 40 derajat, para jamaah tak bisa asal gunakan sandal.

Kemenkes telah membagikan sebanyak 66 ribuan sandal dari total jamaah haji reguler. Sandal merupakan salah satu dari alat pelindung diri (APD).

Bahkan, Tim Promotif Preventif Kementerian Kesehatan dr. Dian Shinta Fitriyanti mengungkapkan pemakaian sandal untuk jamaah haji yang mengidap diabetes pun tak boleh asal. Sebab diabetisi rentan terkena luka (ulkus) pada kakinya.

“Terutama jamaah haji yang punya riwayat diabetes atau kencing manis sama sekali tak diperbolehkan pakai sendal jepit. Nanti terjadi gesekan pada kakinya,” jelas Dian.

Alas kaki direkomendasikan adalah seperti selop tanpa pengait atau jepit. Terbuat dari kain berwarna putih.

“Sebab jika sandal jepit maka sela-sela jari kaki jamaah akan mudah terluka karena gesekan,” tandasnya.

Dian mengimbau agar jamaah selalu menggunakan alas kaki atau sandal ketika keluar dari pondokan. Jamaah juga diimbau membawa kantong kresek atau plastik untuk menaruh sandalnya.

Menurutnya, cuaca panas terik di sana akan merepotkan jamaah yang kehilangan alas kaki. Sehingga membuat kaki mereka luka terkena aspal yang panas.

“Sering kehilangan sandal di sana dan terpaksa jalan kembali ke penginapan tanpa alas kaki. Banyak kaki mereka yang melepuh,” papar Eka. (ika/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...