Modusnya Diungkap Jaksa, Terdakwa Pungli Langsung Lemas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Kasus pungutan liar (Pungli) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banjar, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (24/7).

Dua terdakwa, Kepala Bidang Perizinan Tertentu, Abdul Manan dan Silvan Taufik, honorer di dinas tersebut dicecar pertanyaan oleh jaksa penuntut umum dan hakim mengenai perbuatan yang dilakukannya dalam perkara tersebut.

Salah satu hakim anggota heran, kenapa terdakwa Abdul Manan yang berstatus sebagai kepala bidang sampai mau turun langsung mengurus perizinan. “Padahal cukup bawahan saja yang mengurus, tidak perlu sampai turun kalau tidak ada motivasi,” cecar hakim Gawi saat sidang berlangsung.

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan hakim, ia terlihat lemas dan tidak dapat memberikan penjelasan secara detail menjawab pertanyaan majelis hakim yang dipimpin Sihar Hamonangan Purba SH. Namun dia hanya menjawab singkat. “Saya cuma membantu pak hakim,” jawabnya.

Lain lagi, dengan terdakwa Silvan, ketika jaksa Dimas bertanya apakah pernah menemui pemohon untuk membuat kwitansi pembayaran permohonan izin dengan tanggal mundur seolah-olah persis dengan tanggal pengembalian. Karena hitungan estimasi yang dibayarkan oleh si pemohon ternyata berlebihan tapi belum dikembalikan. Sampai akhirnya dia tertangkap oleh petugas. “Iya pak pernah,” ucapnya.

Jaksa Dimas yang ditemui usai sidang menjelaskan bahwa dari hasil penyidikan ditemukan upaya untuk menutupi kesalahan oleh para terdakwa. “Caranya dengan membuat kwitansi pengembalian dengan tanggal mundur,” ucapnya.

Sementara Erna, selaku pengacara terdakwa tidak banyak memberikan komentar. Dia hanya menjelaskan kalau kliennya itu hanya apes saja. Karena mereka ketahuan setelah adanya OTT, bukan pada saat OTT. (gmp/ema)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...