Penyakit Kritis Serang Siapa Saja, Kaum Produktif Harus Deteksi Awal

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Pada era modern ini tidak dapat dipungkiri dengan perkembangan kondisi lingkungan hidup. Gaya hidup modern dan pola makan, membuat kaum usia produktif memiliki resiko terpapar penyakit kritis yang lebih tinggi.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di tahun 2015 sedikitnya lebih dari 48 ribu orang yang meninggal dunia setiap harinya karena penyakit kardiovaskular. Dalam laporan WHO disebutkan, pada tahun 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis.

Lula Kamal yang merupakan Dokter sekaligus aktris menyebutkan, terdapat tiga penyakit kritis tertinggi yang menyebabkan kematian, diantaranya kardiovaskular, kanker, dan diabetes.

"Saat ini penyakit kritis tidak terbatas pada mereka yang berusia muda. Generasi produktif di daerah urban dan sub-urban turut memiliki potensi lebih tinggi akan penyakit kritis,"ujarnya saat peluncuran Zurich Principle Care di salah satu hotel di Makassar, Kamis (26/7/18).

Penyakit kritis tersebut, kata Lula, disebabkan karena stress level dan gaya hidup. Bahkan polusi di kota besar pun menjadi penyebab maraknya penyakit kritis.

"Selain resiko kematian tinggi, penyakit kritis juga dikenal memiliki biaya medis yang tinggi. Sebagai contoh biaya perawatan penyakit kanker tiap bulannya bisa mencapai ratusan juta,"bebernya.

Untuk itu, diperlukan pemahaman penting tentang perlindungan terhadap penyakit kritis. Hal ini bisa diantisipasi dengan hidup yang teratur atau perencanaan perlindungan melalui asuransi kesehatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...