Satu Jam Gelar Pertemuan Tertutup, Ini yang Dibahas SBY dan Zulhas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Pertemuan yang dihelat kedua tokoh nasional itu berlangsung kurang lebih satu jam.

Usai keduanya bertemu, SBY mengaku pertemuan itu membahas secara mendalam kemungkinan kebersamaan kedua partai itu dalam gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Pertemuan itu juga untuk menyamakan persepsi dan pemahaman mengenai permasalahan bangsa.

“Pemahaman masalah yang dihadapi rakyat, termasuk harapan-harapan mereka. Selain itu juga sama yang kayak kami bahas dengan Pak Prabowo, kami ingin 5 tahun mendatang kita semua bisa menjawab keinginan rakyat dan permasalahan rakyat,” ungkap SBY di Kediamannya, Jakarta, Rabu (25/7) malam.

Tak hanya itu, pihaknya pun mengaku sepakat untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi politik sampai penutupan pendaftaran capres dan cawapres. Sehingga nantinya diharapkannya peluang membangun koalisi bersama terus terbuka.

“Kalau kami diizinkan oleh Allah membangun koalisi, maka yang paling penting merumuskan visi misi dan solusi serta kebijakan yang akan ditawarkan capres dan cawapres agar oleh rakyat bisa dinilai apakah visi dan misi kebijakan itu sesuai atau klop dengan mereka,” ungkapnya.

Baginya, koalisi yang dijalin antara Demokrat dan PAN bukan kali pertama terjadi. Semasa kepemimpinanya sebagai presiden selama 10 tahun, partai besutan Zulkifli Hasan itu dinilai telah bersama.

“Kalau Allah menakdirkan kami berkoalisi. Maka bersama sama PAN itu bukan sesuatu yang baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut pertemuan itu tak berbicara persoalan capres dan cawapres. Sebaliknya, pertemuan itu hanya membahas situasi terkini bangsa.

“Indonesia mau dibawa kemana negeri ini, itulah yang harus dirumuskan bersama-sama,” ungkapnya.

Dia menambahkan, persoalan mengenai politik bangsa tentunya juga menjadi pokok pembahasan. Mereka sepakat untuk menghentikan politik kebencian dan SARA di Indonesia.

“Kira-kira itu garis besarnya, mudah-mudahan nanti ada tindak lanjut untuk juga teman-teman kami kita harap ada diskusi lanjutan untuk membawa Indonesia yang lebih baik dan politiknya penuh persahabatan,” pungkasnya. (aim/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...