Sudah Berulang Kali Menjambret, SD Baru Bisa Tertangkap

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat), yang selama ini meresahkan masyarakat, terutama kaum hawa yang menjadi sasaran di Tanjung Selor.

Diketahui, sebelum memasuki bulan suci lalu, banyak laporan masyarakat terkait tindakan kriminalitas curat. Bahkan sebelum tersangka berhasil diringkus, kejadian sering berulang kali terjadi. 

“Pelakunya sudah tertangkap yang beraksi di enam TKP (tempat kejadian perkara) dengan barang bukti pun turut diamankan,””jelas Kapolda Kaltara Brigjen Polisi Indrajit melalui Ditreskrimum Polda Kaltara Kombes Polisi Partomo Iriananto, Rabu (25/7). 

Barang bukti yang diamankan sebagian besar telepon genggam dan uang tunai. Salah satu TKP yang dilancarkan pelaku terjadi di Jalan Sengkawit tepatnya di depan Hutan Kota. Pasalnya, lokasi tersebut relatif sepi. Pelaku melancarkan aksinya selama tiga bulan, sejak sebelum bulan puasa lalu. 

Partomo menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka dengan membuntuti korban. Setelah, situasi aman dirasa aman untuk beraksi, tersangka pun melancarkan aksinya. “Hanya satu TKP dilakukan pelaku bertindak kejahatan, yakni di depan Kantor Bupati Bulungan,” sebutnya.

Dalam aksinya, tersangka menggunakan sepeda motor yang kini juga diamankan. Ada dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka, masing-masing berplat nomor KU 4376 AA dan KT 2705 HH.

Menurut pengakuan tersangka, barang hasil kejahatan sebagian sudah ada yang dijual dan dipakai sendiri. Tersangka berinisial SD merupakan warga Tanjung Palas yang diringkus pada Minggu (22/7) lalu, saat berada di rumahnya. 

Saat diringkus, tersangka tidak memberikan perlawanan. Berdasarkan pengakuan, tersangka melakukan curat karena tuntutan ekonomi. Sehingga tersangka, mencari tambahan penghasilan dengan melakukan kejahatan. Meskipun selama ini tersangka sudah bekerja dengan orangtuanya. 

Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan akan dikembalikan ke pemiliknya setelah tersangka menjalani masa persidangan di pengadilan.

Dia mengingatkan kepada masyarakat yang jadi korban, apabila kehilangan barang, bisa mendatangi kantor Ditreskrimum Polda Kaltara di Jalan Katamso. Dengan menunjukkan identitas diri dan melihat barang yang dicuri tersangka. 

Akibat tindakannya, tersangka SD dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman maksimal di atas lima tahun penjara. (uno/rio) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...