Tak Maksimal, Proyek Rehabilitasi Irigasi Rp32 Miliar Baru Berjalan 10 Persen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALILI —  Proyek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di enam kecamaran di Luwu Timur dinilai tak maksimal. Bahkan saat kunjungan Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM bersama Ketua Komisi III, Herdinang, ke lokasi pembangunan ditaksir kegiatan baru berjalan sekitar 10 persen.

Enam kecamatan yang menjadi lokasi proyek antara lain Kecamatan Kalaena, Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, Wotu dan Burau. Jaringan irigasi ini sangat diperlukan warga di sekitar untuk menunjang pertanian yang dikelolanya.

Untuk sementara, saat ini pekerjaan berlangsung dan bendungan ditutup.
Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Herdinang kepada Palopo Pos (FAJAR group), Kamis 26 Juli 2018 mengatakan, sesuai kesepakatan dengan rekanan, tanggal 1 Agustus mendatang bendungan akan dibuka selama 45 hari, tujuannya memberikan kesempatan bagi warga untuk dimanfaatkan.

Herdinang menuturkan, kesepakatan tersebut harus dihormati oleh rekanan dan semestinya dengan waktu yang ada rekanan lebih maksimal dalam bekerja.
“Tidak boleh main-main dengan uang rakyat. Ini proyek besar hampir Rp32 Miliar,” tegas Herdinang.

Menurutnya, setelah meninjau langsung, dirinya menyimpulkan proyek ini tidak berjalan maksimal. Ia menaksir kegiatan ini baru berjalan 10% saja, padahal waktu singkat hingga akhir tahun ini.

“Kalau di logika, pekerjaan besar ini tidak akan selesai tepat waktu,” ujar Herdinang.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM mengatakan sebelum pekerjaan dimulai, warga sudah khawatir soal akibat dari pekerjaan rehabilitasi yang memakan waktu panjang mengganggu produksi pertaniannya.

Jika irigasi tidak kunjung difungsikan, sebut Siddiq, maka warga kesulitan untuk bertani, dan otomatis pendapatan warga terancam.
“Jangan sampai proyek besar ini tidak serius dikerjakan, kembali lagi kepada rakyat yang akan rugi,” kata Siddiq kemarin.

Namun dirinya tetap menyarankan rekanan untuk menghormati kesepakatan bersama warga dan memaksimalkan pekerjaannya di waktu yang ada hingga akhir tahun ini.
Walaupun proyek ini berasal dari APBN, Legislator Nasdem ini minta Pemkab Luwu Timur agar terus berkoordinasi dengan Balai Irigasi dan Kementerian PU terkait masalah ini. (krm-rhm/palopopos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...