Tidak Sehat, 50 Ribu Koperasi Dibubarkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SUKOHARJO – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) membubarkan 50 ribu koperasi karena dianggap tidak sehat. Kebijakan itu sekaligus sebagai upaya reformasi koperasi. Ke depan, kepala daerah diminta ikut melakukan pembinaan koperasi di wilayahnya masing-masing.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengungkapkan, sebelumnya ada lebih kurang 200 ribu koperasi di Indonesia. Setelah adanya reformasi, didapati hanya ada 80 koperasi yang benar-benar sehat. Sementara 75 koperasi lainnya perlu dilakukan pembinaan.

“Sedangkan 50 ribu lainnya dibubarkan karena tidak sehat. Untuk yang perlu dibina itu kami meminta kepada kepala daerah, gubernur, wali kota, bupati untuk ikut melakukan pembinaan,” terang Puspayoga di sela menghadiri Sarasehan Perkoperasian Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (26/7).

Puspayoga menegaskan, reformasi koperasi memang perlu dilakukan. Tujuannya agar semua koperasi dalam kondisi sehat. Ada tiga poin penting yang harus dilakukan dalam mereformasi koperasi. Yakni, reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi.

Terpenting dalam koperasi adalah kualitasnya, bukan jumlahnya. “Jumlah boleh banyak, tetapi yang terpenting adalah kualitas dari koperasi itu. Kalau sehat, ya ada RAT (rapat anggota tahunan). Jangan bangga punya banyak koperasi tetapi tidak sehat,” ungkapnya.

Puspayoga kemudian mengungkapkan keberhasilannya selama ini. Terutama dalam meningkatkan produk domestik bruto (PDB) dan jumlah wirausaha. Pada 2014, PDB koperasi hanya berkisar 1,71 persen saja.

Tetapi sejak 2017, PDB melonjak cukup jauh mencapai 4,48 persen. “Untuk jumlah wirausaha juga meningkat dari di bawah 2 persen jadi 3,1 persen,” tukas Puspayoga. (apl/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...