Enam Penculik Sekap Warga Bulgaria, Ini Kronologisnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Kasus penculikan serta penyekapan warga Bulgaria atas nama George Jordanov yang sempat terjadi pada Februari 2018 lalu bergulir ke persidangan. Para pelakunya yang terdiri dari enam orang, kemarin (27/7), duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Keenam terdakwa itu antara lain Kahraman asal Turki; Thomir Asenop Danaelov alias Toni asal Bulgaria; Kemal Kapuci asal Turki; Yusuf Efraim Kiuk asal Baubau; Deti asal Singkawang; dan Justen Jorans Kapitan alias Justin asal Kupang.

Seharusnya, selain enam orang tersebut, masih ada satu lagi pelaku yang diduga ikut terlibat dan mesti diadili. Dia adalah Husain Kaya alias Hyusein Hayredin alias Denis. Namun, sejauh ini dia masih buron.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim I GN Partha Barghawa, penuntut umum mendakwa keenam orang tersebut melakukan tindak pidana penculikan dan penyekapan.

Penuntut umum dalam perkara ini, Jaksa Eddy Artha Wijaya, menerapkan dua dakwaan alternatif. Dakwaan pertama, keenam orang itu diduga melakukan tindak pidana penculikan yang diatur dan diancam dalam Pasal 328 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun.

Sedangkan, dakwaan kedua atau yang terakhir, mereka diduga melakukan penyekapan yang ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 333 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan lama ancaman hukumannya sama dengan Pasal 328.

“Bahwa para terdakwa telah membawa pergi seorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum, di bawah kekuasaannya, atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dalam keadaan sengsara,” ujar penuntut umum saat menguraikan dakwaan alternatif pertama.

Menanggapi dakwaan dari penuntut umum, para terdakwa yang didampingi Erwin Siregar dkk selaku kuasa hukum tidak menyampaikan keberatan.

Berdasar isi dakwaan, kasus ini terjadi pada 2 Februari 2018 sekitar pukul 22.30. Saat itu, dua orang terdakwa yakni Kemal dan Ken sedang nongkrong dan mengobrol di selatan restoran Mr Kebab di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung.

Di saat yang sama, keduanya melihat korban sedang keluar dari minimarket. Mereka kemudian menghampiri korban yang saat itu masih berada di halaman mini market.

Kemudian, salah satu di antara mereka yakni terdakwa Ken memegang tangan kiri korban dengan erat. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa korban adalah orang yang sedang dicari-cari sambil mencocokkan wajahnya dengan foto yang tersimpan di ponselnya.

Tidak lama kemudian, datang terdakwa Husain Kaya yang masih buron. Dia langsung mendekati korban dan menyuruhnya masuk ke dalam dapur di belakang restoran. Lalu datang juga terdakwa Tihomir dan Kahrahman.

Di dapur tersebut, terdakwa Ken memeriksa pakaian dan tubuh korban. Hingga dia menemukan tas pinggang, kartu ATM, dan flashdisk. Terdakwa Ken kemudian keluar dapur. Lalu korban kembali didatangi terdakwa Tihomir yang hendak memukulnya. Namun, niat Tihomir itu dihalangi terdakwa Husain Kaya.

Sejurus kemudia datang terdakwa Deti. Dia juga ikut masuk ke dalam dapur lalu mendekati korban seraya berkata, “Ya ini orang yang sama yang ada di Polsek Kuta.”

Singkat cerita, beberapa di antara mereka memesan taksi. Korban kemudian dimasukkan ke dalam bagian belakang taksi. Korban dibawa ke sebuah rumah kos di Jalan Lingkar Timur Komplek Perumahan Bali Arum Gang UPT Disdikpora/Dispen I Jimbaran. Tepatnya di kamar kos nomor sebelas. Di tempat inilah korban kemudian disekap selama tiga hari.

Selama disekap, kaki korban sempat diikat dengan kabel, wajahnya sempat ditampar, dan kakinya sempat dipukul dengan paku oleh terdakwa Husain Kaya.

Kasus ini sendiri terbongkar setelah petugas Polda Bali mendapatkan laporan hilangnya seorang warga Bulgaria. Laporan itu diterima pada 5 Februari 2018. Dan, hari itu juga penyelidikan dilakukan. Pada hari yang sama, sekitar pukul 21.00, petugas mengetahui keberadaan korban. Dan, korban akhirnya diselamatkan. (bx/hai/yes/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...