Hilangkan Bau Busuk, Pemprov DKI Akan Semprotkan Pewangi di Kali Item

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta masih berupaya untuk mengurangi bau busuk yang timbul dari Kali Sentiong atau Kali Item. Pasalnya, lokasi tersebut bersinggungan langsung dengan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, yang digunakan sebagai tempat menginap para atlet Asian Games 2018.

Banyak rencana yang dilakukan, setelah memasang kain waring dan meletakkan nano bubble serta aerator, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga akan menyemprotkan cairan ke kali tersebut.

“Salah satunya melakukan penyemprotan atau dengan bahan cairan untuk mengurangi bau. Dengan bahan cairan mereka punya supaya mengurangi bau di situ,” ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Teguh Hendarwan di Balai Kota, Jumat (27/7).

Menurutnya, cairan itu seperti sebuah pewangi. Metode tersebut diinisiasi tim ahli atau pakar lingkungan.

“Rencananya hari ini dari tim (ahli) gubernur ada metode, secara teknis tadi sudah disampaikan kepada kami, besok akan ke lapangan kita akan coba metode ini. Iya (pewangi),” terang dia.

Penyemprotan pewangi ini akan difokuskan di segmen sekitar Wisma Atlet. Dia mengatakan, perlu banyak cairan untuk menghalau bau busuk dari kali sepanjang 700 meter itu.

“Saya nggak tahu teknisnya. Mungkin banyak kali. Tapi kita fokus yang di jembatan Marto yang panjang kita pasang jaring tuh, kita fokus di situ dulu (sekitar Wisma Atlet),” jelas Teguh.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ruang makan berbentuk cafetaria di Wisma Atlet terletak di halaman yang sangat dekat dengan kali. Dengan aroma yang ditimbulkan, atlet-atlet se-Asia tentunya akan terganggu.

“Pada waktu-waktu tertentu utamanya siang-sore ketika sungai mengalami penguapan, maka aroma dari sungai itu terhembus angin dan tercium di lingkungan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/7).

Dengan pemasangan kain waring, dia meyakini penguapan yang terjadi dapat berkurang. Sebelum dilakukan penutupan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengaku sudah melakukan konsultasi dengan pakar lingkungan terkait pencegahan uap kali. (yes/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...