KPK Geledah 4 Lokasi Terkait OTT di Sukamiskin, Termasuk Rumah Inneke

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mencari bukti penting terkait suap yang diterima Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Untuk itu lembaga antirasuah ini melakukan penggeledahan di empat lokasi. Dari tiga lokasi yang digeledah, KPK menemukan sejumlah dokumen dan mobil dari kediaman tersangka Hendri.

“Rumah Inneke Koesherawaty di Menteng, Jakarta Pusat, Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin, rumah Hendri di Rancasari, Bandung dan rumah Wahid Husein di Bojongsoang, Bandung,” papar juru bicara KPK Febri Diansyah empat lokasi penggeledahan, Kamis (26/7).

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menyebut penggeledahan dilakukan selama 14 jam, dimulai pukul 09.00 WIB pagi.

“Di Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin, KPK menggeledah ruang kepala lapas dan staf lapas. Dari tiga lokasi, KPK menyita dokumen dan mobil dari rumah Hendri,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin. Sebelum melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK telah melakukan serangkaian penyelidikan sejak April 2018.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan gelar perkara dalam waktu 1×24 jam disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara megara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di LP Klas 1 Sukamiskin,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7).

Dari enam orang yang diamankan, KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, ada tiga pihak lain yakni Hendri Saputra, Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai pihak penerima, Wahid Husein dan Hendri Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke dan Andi Rahmat sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
(ipp/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...