Distribusi Daging Ayam Beku, Agung: Tak Ada Alasan Harga Daging Ayam Naik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian terus menekan harga daging ayam yang melonjak beberapa hari terakhir. Penekanan harga daging ayam yang dilakukan Balai Ketahanan Pangan adalah melakukan pendistribusian daging ayam beku ke pasar-pasar dengan harga Rp 31 ribu perkilogram.

Sebelumnya, daging ayam yang dijual oleh pedagang di pasar-pasar berkisar Rp 38-40 ribu perkilogram. Kenaikan harga daging ini tak sejalan dengan ketersediaan daging yang ada di Indonesia, karena Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini melakukan eksport daging ayam ke Jeoang dan Taiwan.

“Kita punya surplus, bahkan Indonesia di awal tahun dan menjelang pertengahan tahun kita juga telah melakukan eksport daging ayam kita ke Jepang dan ke Taiwan, yang tentu kawan-kawan sekalian juga pernah mendengar Pak Menteri beberapa waktu yang lalu melakukan pelepasan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriyadi di Gedung Toko Tani Indonesia Center, Sabtu (28/7).

Olehnya itu, Agung menegaskan tidak ada alasan untuk para pedagang di pasar menaikan harga daging ayam. Selain itu, para produsen daging ayam dan peternak ayam mengakui tidak menjual daging ayam dengan harga tinggi. “Tidak ada alasan kenapa barang naik. Kami lakukan koordinasi dengan kawan-kawan produsen daging ayam, baik yang besar maupun peternak-peternak rakyat. Ternyata Mereka pun tidak menjual dengan harga yang tinggi,” tegasnya.

Dikatakan Agung, Balai Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sudah melakukan operasi pasar sejak kemarin di 700 titik di seluruh Indinesia. “Hari ini, kita sebetulnya sejak kemarin kita telah melakukan operasi pasar, kawan-kawan produsen besar itu telah melakukan operasi pasar di hampir 700 titik di seluruh indonesia, 700 titik ini utamanya di DKI dan Jawa,” akuinya.

Lanjut Agung, daging ayam beku yang didistribusikan ke 700 titik itu sebanyak 40 ton guna menstabilkan harga daging yang melonjak. “Harganya Rp 31 ribu per kilogram. Totalnya ada 40 ton, jadi sekitar 40 ribu kilo, itu sudah kita sebarkan ke beberapa titik-titik penjualan,” ungkapnya.

“Hari ini khusus untuk pasar di DKI kami akan melepas total kira-kira sekitar 12 ton, kita akan lepas untuk pasar DKI. Muda-mudahan ini bisa mengendalikan harga yang ada di pasar. Saya yakin dalam waktu 2 sampai 3 hari ke depan, maka seperti halnya dengan telur ayam, ini akan kembali normal lagi,” tutupnya. (Aiy/Fajar).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...